Portal Batang ID, Jakarta – Rakyat Indonesia berpotensi menikmati harga pangan dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih terjangkau menyusul kesepakatan dagang antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kesepakatan ini menurunkan tarif resiprokal dari semula 32 persen menjadi 19 persen.
Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono, menyatakan bahwa penghapusan tarif impor untuk komoditas gandum, kedelai, pakan ternak, dan migas dari Amerika Serikat akan berdampak positif pada biaya konsumsi masyarakat kecil.

"Impor komoditas gandum, kedelai, pakan ternak dan migas dari Amerika Serikat dengan tarif 0 persen, maka akan berdampak langsung dengan biaya konsumsi dari rakyat kecil yang lebih efisien dan murah," kata Arief Poyuono dalam keterangan persnya, Jumat (18/7/2025).
Arief menambahkan, jika Prabowo mampu bernegosiasi lebih jauh, keuntungan bagi Indonesia bisa lebih besar. Ia mencontohkan, impor minyak mentah dan gas senilai Rp247 triliun dengan biaya pengiriman dan asuransi 10 persen, serta bea masuk 5 persen, akan menghasilkan biaya impor yang signifikan.
Namun, dengan tarif 0 persen yang disepakati, harga BBM dan LPG berpotensi turun karena terbebas dari bea masuk dan tarif impor produk migas AS. "Artinya kesepakatan dagang Prabowo dan Trump jauh lebih menguntungkan bagi rakyat dibandingkan dengan RRC," tegas Arief.
Menurut Arief, BBM, LPG, dan produk pangan merupakan komponen utama penyumbang inflasi yang selama ini membebani perekonomian masyarakat dan melemahkan daya beli. Dengan tarif 0 persen untuk komoditas impor Amerika Serikat, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain itu, Arief juga menyoroti potensi keuntungan dari pembelian 50 armada pesawat Boeing 777. Ia bahkan menyarankan agar Indonesia membeli lebih banyak lagi armada tersebut.
