Portal Batang ID, Jakarta – Isu mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencuat. Menanggapi hal ini, pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma yang dikenal sebagai Dokter Tifa, mengungkapkan bahwa Jokowi diduga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melawan tuduhan tersebut.
Melalui akun X pribadinya, Dokter Tifa mempertanyakan mengapa Jokowi tidak cukup menunjukkan ijazah asli untuk mengakhiri polemik ini. Ia menyoroti biaya besar yang dikeluarkan untuk membayar pengacara dengan tarif tinggi. "Kalau lihat jas-jas mereka, pasti mahal-mahal sekali bayarannya," ujarnya.

Selain itu, Dokter Tifa juga menuding adanya penggunaan buzzer dan preman untuk meneror dan mengintimidasi para penggugat. "Mereka mengancam verbal dan fisik, setiap saat setiap hari, setiap waktu. Di TV, di YouTube, di Sosmed," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dokter Tifa menyoroti upaya pemenjaraan terhadap 12 orang yang konsisten memperjuangkan kebenaran terkait ijazah UGM. "Entah apa yang direncanakan, dikongkalingkongkan untuk nasib 12 orang ini," imbuhnya.
Polda Metro Jaya sendiri telah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap 12 orang terlapor atas kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Total terdapat lima perkara terkait isu ini yang ditangani oleh Polda Metro Jaya.
Adapun 12 terlapor tersebut antara lain Eggi Sudjana, Rizal Fadillah, Kurnia Tri Royani, Rustam Efendi, Damai Hari Lubis, Roy Suryo, Rismon Sianipar, Tifauzia Tyassuma, Abraham Samad, Mikhael Benyamin, dan Ali Ridho. Kasus ini masih terus bergulir dan menarik perhatian publik.