Jakarta, Portal Batang ID – Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar mendadak menjadi perbincangan hangat. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa wacana ini telah mendapatkan lampu hijau dari lingkaran istana.
Gelombang dukungan dari warganet pun tak terhindarkan. Banyak yang secara terbuka mendorong agar Ketua Umum Golkar saat ini, Bahlil Lahadalia, diganti. Alasan yang mengemuka adalah kedekatan Bahlil dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap sudah tidak relevan dengan konstelasi politik saat ini.

Pantauan Portal Batang ID pada akun Instagram Portal Batang ID, Minggu (3/8/2025), menunjukkan bahwa ribuan warganet menyambut baik isu Munaslub ini. Dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto pun menggema di kolom komentar.
"Alhamdulillah.. Mantap pak Prabowo," tulis salah satu pemilik akun. Komentar senada juga muncul dari warganet lainnya, "Baguslah kalau Bahlil diganti," dan "Mantap pak @prabowo."
Tak hanya itu, sebagian warganet juga tak segan melontarkan kritik terhadap Jokowi. "Mantap Geser dah pelan2 Jongosnye joko solo," tulis seorang pengguna. "Mudah2an istana bersih bersih dari pengaruh pemimpin sebelumnya," timpal yang lain.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah disukai oleh lebih dari 9.700 warganet.
Di sisi lain, Bahlil Lahadalia memilih untuk tidak memberikan komentar terkait isu Munaslub ini. Hal itu terjadi saat dirinya menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Minggu (3/8/2025).
Awalnya, Bahlil tampak santai menjawab pertanyaan wartawan terkait agenda partai ke depan, termasuk target peningkatan perolehan kursi legislatif di Kalsel pada Pemilu 2029. Namun, ketika isu Munaslub dan pergantian ketua umum disinggung, Bahlil hanya tertawa dan menunjuk Nusron Wahid untuk menjawab pertanyaan tersebut.
"Ini Pak Nusron aja, Pak Nusron (yang menjawab)," kata Bahlil singkat.
Nusron Wahid, yang namanya santer disebut sebagai salah satu kandidat Ketua Umum Golkar, membantah keterlibatannya dalam isu Munaslub. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan antara dirinya atau elite Golkar lainnya dengan pihak istana terkait rencana tersebut.
"Sampai hari ini tidak pernah ada pembicaraan di lingkungan istana kepada saya, ataupun kepada pihak-pihak lain di lingkungan Partai Golkar yang membicarakan tentang masalah isu Munaslub," tegas Nusron.
Dengan mencuatnya isu Munaslub ini, dinamika politik internal Partai Golkar diprediksi akan semakin menarik untuk diikuti. Apakah Munaslub akan benar-benar terjadi? Dan siapa yang akan menjadi nakhoda baru bagi partai berlambang pohon beringin ini? Waktu yang akan menjawab.