Surabaya, Portal Batang ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan keseriusannya dalam memerangi angka putus sekolah di kalangan siswa SMA dan SMK. Melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025, alokasi dana sebesar Rp8 miliar disiapkan untuk memberikan bantuan langsung kepada siswa yang membutuhkan.
Rasiyo, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, mengungkapkan bahwa setiap siswa yang memenuhi syarat akan menerima bantuan sebesar Rp1 juta. Langkah ini, menurutnya, merupakan investasi strategis untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengenyam pendidikan.

"Bantuan ini diharapkan menjadi angin segar bagi siswa yang terancam putus sekolah karena masalah ekonomi," ujar Rasiyo usai rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur, Senin (8/9).
Program ini menargetkan sekitar 8.000 siswa di seluruh Jawa Timur. Rasiyo menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam penyaluran dana agar tepat sasaran. DPRD Jawa Timur, lanjutnya, telah memastikan ketersediaan anggaran, sementara teknis penyaluran akan diatur oleh Dinas Pendidikan.
"Kami di DPRD fokus pada penganggaran. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan," tegasnya.
Selain bantuan finansial, Rasiyo juga berpesan kepada orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi dan mendukung pendidikan anak-anak mereka. Ia mengingatkan siswa SMA/SMK untuk fokus belajar, terutama menjelang persiapan masuk perguruan tinggi.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi tantangan putus sekolah yang masih menghantui beberapa daerah di Jawa Timur. Dengan kombinasi bantuan finansial dan pengawasan yang cermat, Pemprov Jatim optimis dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa.