Portal Batang ID, Jakarta – Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mempertahankan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), di dalam Kabinet Merah Putih menuai gelombang kritik dan kekecewaan dari berbagai pihak.
Kekecewaan ini muncul setelah Abdul Kadir Karding, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo pada Senin, 8 September 2025. Pencopotan Karding terjadi tak lama setelah viralnya foto dirinya dan Raja Juli Antoni tengah bermain domino bersama Azis Wellang, seorang mantan tersangka kasus pembalakan liar.

Publik mempertanyakan standar ganda yang diterapkan dalam kasus ini. Akun Twitter @Catatan_ali7 menulis, "Main dominonya berdua, kok yang diganti cuma si Karding doang pak @prabowo??? Raja Juli kader @psi_id yang suka menghina dan mencaci maki anda waktu itu kenapa dibiarkan masih jadi menteri????"
Komentar senada juga dilontarkan oleh @CakKhum, "Abdul Kadir Karding habis main Domino langsung kena, sementara Raja Juli masih aman, nunggu didemo dulu."
Kontroversi yang melibatkan Raja Juli Antoni sebenarnya bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, ia juga sempat menuai sorotan karena memasukkan sejumlah kader PSI ke dalam tim pengurus Operation Management Office (OMO) Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
Keputusan Presiden Prabowo ini menimbulkan pertanyaan besar di benak publik. Apakah ada pertimbangan politik tertentu yang membuat Raja Juli Antoni tetap aman di posisinya, sementara Abdul Kadir Karding harus kehilangan jabatannya? Publik kini menanti penjelasan resmi dari pihak Istana terkait polemik ini.
