NZE 2060: Gaikindo Rangkul Beragam Teknologi Otomotif
Jakarta – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menegaskan komitmennya untuk mendukung segala bentuk teknologi otomotif yang dikembangkan di dalam negeri. Langkah ini krusial demi mewujudkan target ambisius Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, dalam forum EVolution Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (3/2). Menurut Kukuh, ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air telah menunjukkan perkembangan pesat, didukung oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang pro-inovasi.
"Kami di Gaikindo berkomitmen untuk merangkul semua konsep. Apapun teknologinya, tujuan kita adalah mencapai net zero emission pada 2060, dan itu bisa diraih melalui beragam pendekatan," tegas Kukuh. Ia menambahkan, baik kendaraan konvensional dengan emisi rendah (LCEV), kendaraan listrik murni (EV), hybrid, maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), semuanya memiliki peran dalam peta jalan menuju NZE.
Lonjakan Keanggotaan dan Investasi
Indikator kemajuan industri otomotif nasional, khususnya di segmen kendaraan ramah lingkungan, jelas terlihat dari lonjakan keanggotaan Gaikindo yang kini mencapai 62 perusahaan. Angka ini meningkat dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya sekitar 30 anggota.
"Ini ternyata disambut oleh para pelaku industri kendaraan bermotor. Dari keanggotaan Gaikindo, sebelum ada kebijakan kendaraan listrik, itu di sekitar 30, sampai hari ini anggota kami sudah 62, bertambah luar biasa," ungkap Kukuh.
Para anggota ini tidak hanya berinvestasi dengan mendirikan pabrik di Indonesia, tetapi juga membawa serta beragam teknologi canggih yang siap bersaing di pasar global.
Potensi Pasar dan Proyeksi Penjualan
Salah satu alasan utama di balik minat investasi produsen otomotif adalah potensi pasar Indonesia yang luar biasa besar. Dengan populasi mencapai 280 juta jiwa, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih tergolong rendah, yakni sekitar 99 mobil per 1.000 penduduk.
"Angka ini menunjukkan ruang pertumbuhan yang sangat menjanjikan," imbuh Kukuh. Ia memproyeksikan, penjualan mobil listrik di pasar domestik pada tahun 2025 diperkirakan mencapai hampir 104 ribu unit, menandai kenaikan impresif sebesar 141 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini berkontribusi sekitar 12,9 persen dari total penjualan mobil baru yang diprediksi mencapai 833 ribu unit.
Tak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan domestik, Gaikindo juga memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor otomotif. "Kami ingin mendorong produk buatan Indonesia diekspor ke negara lain," pungkas Kukuh, menegaskan ambisi industri otomotif nasional di kancah global.