Terjebak Jaringan Epstein, Taipan Dubai Lepas Jabatan Puncak
Jakarta, Portal Batang ID – Sultan Ahmed bin Sulayem, seorang tokoh bisnis terkemuka dari Uni Emirat Arab, telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO DP World Dubai. Keputusan ini diambil setelah namanya secara mengejutkan muncul dalam dokumen-dokumen terkait skandal Jeffrey Epstein yang baru-baru ini dirilis. Selama tiga dekade, Ahmed bin Sulayem dikenal sebagai arsitek di balik pertumbuhan DP World menjadi salah satu operator pelabuhan terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

Pemerintah Dubai, melalui kantor medianya, mengumumkan pergantian kepemimpinan di DP World pada Jumat (13/2). Yvraj Narayan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan perusahaan, kini secara resmi mengambil alih kemudi sebagai CEO baru, menggantikan Ahmed bin Sulayem.
Nama Ahmed bin Sulayem tercatat ribuan kali dalam arsip dokumen Epstein yang baru diungkap. Dalam korespondensinya, Epstein bahkan menggambarkan Ahmed bin Sulayem sebagai pribadi yang "lucu, terpelajar, ahli, dan sahabat terbaik".
Isi pesan-pesan antara keduanya mengindikasikan kedekatan hubungan yang terjalin selama bertahun-tahun. Percakapan tersebut dilaporkan mengandung unsur misogini terkait perempuan, materi yang eksplisit secara seksual, serta diskusi mengenai proposal bisnis.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada Selasa (10/2) telah membuka lebih banyak nama yang sebelumnya disensor dalam dokumen Epstein, di mana Ahmed bin Sulayem termasuk di antara enam pria yang disorot. Fakta yang lebih mencengangkan adalah komunikasi antara Ahmed bin Sulayem dan Epstein berlanjut setidaknya selama satu dekade, bahkan setelah Epstein mengaku bersalah atas tuduhan prostitusi anak pada September 2009.
Sebagai dampak langsung dari terungkapnya nama Ahmed bin Sulayem, setidaknya dua perusahaan dilaporkan sedang meninjau ulang proyek kerja sama mereka dengan DP World.
Kasus Ahmed bin Sulayem bukanlah insiden tunggal. Sejumlah tokoh global lainnya juga telah mengundurkan diri atau diberhentikan dari posisi bergengsi mereka setelah nama mereka terkuak dalam dokumen Epstein. Daftar tersebut mencakup figur-figur seperti mantan Kepala Forum Ekonomi Dunia (WEF) Borge Brende, mantan Perdana Menteri Norwegia Tjorbjorn Jagland, diplomat Norwegia Mona Juul, serta pencipta Segway Dean Kamen, di antara banyak lainnya.
Epstein sendiri dikenal karena kemampuannya membangun jaringan internasional yang luas, menjangkau politisi, eksekutif perusahaan raksasa, akademisi, hingga selebriti. Rilis bertahap dokumen Epstein oleh DOJ AS terus mengungkap nama-nama besar dunia, termasuk Pangeran Andrew, Bill Clinton, dan mantan Presiden AS Donald Trump.