Gerbang Rahmat Ramadhan: Dzikir Pilihan untuk 10 Hari Pertama
Portal Batang ID

Sabtu, 21 Feb 2026 10:50 WIB
BATANG, Portal Batang ID – Bulan suci Ramadhan kembali menyapa, membawa serta kesempatan emas bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh hari pertama yang dikenal sebagai fase rahmat, adalah melantunkan dzikir.
Sepuluh hari pertama Ramadhan secara khusus menandai ‘fase rahmat’, di mana Allah SWT membuka pintu kasih sayang-Nya seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Mengisi waktu dengan dzikir bukan hanya melengkapi rangkaian ibadah puasa, tetapi juga menjadi jembatan spiritual untuk meraih limpahan berkah dan ampunan dari Sang Pencipta.
Meskipun terdapat waktu-waktu utama yang dianjurkan untuk berdzikir, seperti setelah menunaikan salat fardu, di waktu pagi dan petang, atau menjelang berbuka puasa, umat Muslim juga dapat mengamalkannya kapan saja di sela-sela aktivitas harian. Berdzikir membantu menjaga hati dan pikiran tetap fokus pada kebaikan, menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia, sekaligus mempertebal keimanan.
Berikut adalah beberapa pilihan dzikir yang dapat diamalkan selama sepuluh hari pertama Ramadhan, lengkap dengan bacaan Arab, Latin, dan artinya, dirangkum dari berbagai sumber:
1. Dzikir Pagi: Memulai Hari dengan Keberkahan
Amalan ini dianjurkan untuk dibaca di pagi hari sebagai bentuk penyerahan diri dan pengakuan atas fitrah Islam.
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ، وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Bacaan latin:
Ashbahnaa ‘ala fithrotil Islam, wa ‘ala kalimatil ikhlash, wa ‘ala diini nabiiyinaa muhammad shallallahu alaihi wa sallam, wa ‘ala millati abaina ibrahim haniifan muslimaw wa maa kaana minal musyrikiin.
Artinya:
"Di waktu pagi kami berada di atas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad SAW dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik."
2. Dzikir Petang: Mengakhiri Hari dalam Lindungan-Nya
Dzikir ini dibaca saat memasuki waktu petang, sebagai pengingat akan kekuasaan Allah atas hidup dan mati.
اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Bacaan latin:
Allahumma bika amsaynaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa, wa bika namuutu wa ilaikal mashir.
Artinya:
"Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk)."
3. Sayyidul Istighfar: Penghulu Segala Permohonan Ampun
Dzikir ini merupakan permohonan ampunan yang paling utama, dianjurkan untuk dibaca setiap pagi dan petang.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Bacaan latin:
Allahumma anta rabby laa ilaa hailla anta, khalaqtanii wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas tatho’tu. ‘a uudzu bika min syarrimaa shana’tu, abuu ‘u laka bini’matika ‘alayya wa abuu’u bidhanbii, faghfirlii, fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa anta.
Artinya:
"Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di dalam hidayah-Mu, dan perjanjian dengan-Mu. Sebisa yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu, dari segala kejelekan yang aku perbuat. Aku bersyukur atas nikmat yang Engkau limpahkan kepada kami, dan aku menyesal atas segala dosa yang aku perbuat. Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."
4. Dzikir Setelah Salat: Menguatkan Ikatan Ibadah
Setelah menunaikan salat, dzikir ini menjadi penutup yang menyempurnakan ibadah dan memohon pertolongan Allah.
اَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Bacaan latin:
Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika
Artinya:
"Ya Allah tolonglah aku dalam mengingat-Mu, dan bersyukur pada-Mu dan beribadah secara baik kepada-Mu."
5. Dzikir Berbuka Puasa: Ungkapan Syukur atas Nikmat-Nya
Saat waktu berbuka tiba, dzikir ini diucapkan sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang telah diberikan setelah menahan lapar dan dahaga.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Bacaan latin:
Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah
Artinya:
"Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah." (HR. Abu Daud no. 2357)
Dengan mengamalkan dzikir-dzikir ini, diharapkan setiap Muslim dapat merasakan kedekatan yang lebih mendalam dengan Sang Pencipta, serta meraih keberkahan dan rahmat yang melimpah di awal bulan suci Ramadhan. Semoga ibadah kita diterima Allah SWT.
(Redaksi Portal Batang ID)