Israel Klaim Tewaskan Komandan Pasukan Quds Iran di Teheran, Peringatan Keras untuk Lebanon
Jakarta, Portal Batang ID – Militer Israel melancarkan klaim mengejutkan pada Rabu (4/3) bahwa mereka telah berhasil membunuh seorang komandan penting Pasukan Quds Iran, unit elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang bertanggung jawab atas operasi luar negeri. Sosok yang diidentifikasi sebagai Daoud Ali Zadeh, disebut tewas dalam sebuah serangan yang diklaim terjadi di Teheran.

Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Zadeh adalah "komandan sementara" Korps Pasukan Quds Lebanon dan merupakan pejabat Iran "berpangkat tertinggi" yang bertanggung jawab atas operasi di Lebanon. IDF menambahkan bahwa Zadeh mengambil alih posisi setelah pendahulunya, Hassan Mahdavi, juga tewas dalam serangan IDF sebelumnya.
Hingga berita ini diturunkan, klaim Israel ini belum dapat diverifikasi secara independen. Pihak berwenang Iran juga belum mengeluarkan pernyataan resmi atau komentar terkait insiden tersebut.
Divisi yang dipimpin oleh Zadeh dilaporkan memiliki peran krusial dalam mendukung Hizbullah, milisi yang didukung Iran di Lebanon, serta berfungsi sebagai penghubung utama antara pimpinan senior IRGC dan Hizbullah. Kelompok Hizbullah sendiri telah berulang kali menjadi sasaran Israel sejak Senin (2/3) lalu.
Peringatan Keras untuk Perwakilan Iran di Lebanon
Menyusul klaim pembunuhan Zadeh, juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengeluarkan peringatan tegas. Adraee mendesak "semua perwakilan Kementerian Teror Iran yang tersisa di Lebanon" untuk segera meninggalkan wilayah tersebut dalam waktu 24 jam.
"Setelah waktu ini, tidak ada lokasi di Lebanon yang akan dianggap sebagai tempat aman bagi personel rezim Iran," kata Adraee, menegaskan bahwa IDF akan menyerang target-target tersebut dengan kekuatan penuh di mana pun mereka berada.
Peringatan ini datang di tengah peningkatan aktivitas militer Israel. Sebelumnya, pada Senin (2/3), Israel telah mengerahkan sekitar 100 ribu pasukan cadangan, termasuk unit intelijen militer, sebagai bagian dari upaya untuk memperluas medan operasi militer mereka ke Iran dan Lebanon.
Konflik Meluas: Balasan Hizbullah dan Iran
Di sisi lain, Hizbullah juga telah melancarkan serangan rudal dan drone ke situs-situs militer Israel. Aksi balasan Hizbullah ini disebut sebagai respons atas serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, beserta istri, putri, menantu, dan cucunya, pada Sabtu pekan lalu. Selain Khamenei dan keluarganya, sejumlah pejabat tinggi Iran seperti Menteri Pertahanan Amir Hatami dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Teheran sendiri tidak tinggal diam. Iran telah melancarkan serangkaian serangan balasan ke Israel dan beberapa pangkalan militer AS di Timur Tengah. Konflik yang meluas ini bahkan berdampak pada sejumlah negara Arab seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Siprus, yang turut menjadi sasaran serangan karena menampung pangkalan militer AS.
Situasi ini mengindikasikan bahwa ketegangan di Timur Tengah terus memanas dan berpotensi memicu konflik yang lebih besar di kawasan tersebut.
(Portal Batang ID/fra)