IFG Perkuat Diri: Transformasi Bisnis Jadi Kunci Hadapi Gejolak Industri Asuransi
Jakarta, Portal Batang ID – Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan komitmennya untuk memperkokoh transformasi bisnis di tengah lanskap industri asuransi dan penjaminan yang kian kompleks. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang muncul, baik dari kondisi makroekonomi global maupun dinamika perubahan regulasi di dalam negeri.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S Adji, dalam sebuah acara buka puasa bersama media di Senayan, Jakarta, Jumat (13/3) lalu, menjelaskan bahwa tekanan nilai tukar yang memicu volatilitas pasar keuangan, serta perlambatan daya beli masyarakat dan aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), merupakan sejumlah faktor krusial yang perlu diantisipasi secara serius oleh seluruh pelaku industri keuangan, termasuk sektor asuransi dan penjaminan.
Lebih lanjut, industri juga dihadapkan pada tantangan signifikan dari sisi rasio klaim, khususnya pada lini asuransi kesehatan. Berdasarkan data industri, pertumbuhan klaim asuransi kesehatan tercatat melonjak hingga sekitar 22 persen. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan premi yang hanya berkisar 3 persen, kondisi yang secara langsung memberikan tekanan signifikan terhadap profitabilitas industri.
Menanggapi berbagai dinamika tersebut, IFG memfokuskan strateginya hingga tahun 2026 melalui agenda "Solidify Group Transformation". Denny S Adji menyatakan, fokus utama adalah penguatan daya saing serta mengoptimalkan eksekusi bisnis di seluruh lini grup.
Agenda strategisnya mencakup beberapa pilar penting. Pertama, penguatan organisasi melalui transformasi sumber daya manusia dan pengembangan budaya perusahaan yang semakin berorientasi pada pelanggan, selaras dengan semangat pelayanan yang diusung dalam ekosistem Danantara Indonesia. Kedua, IFG akan terus mengoptimalkan kinerja program penugasan pemerintah. Ketiga, memperkuat sinergi bisnis di dalam grup melalui pengembangan berbagai kanal distribusi, baik melalui jalur langsung (direct channel), korporasi, agen, maupun platform digital.
"Melalui langkah-langkah transformatif ini, IFG berharap dapat terus memperkuat peran vital industri asuransi dan penjaminan sebagai instrumen penting dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional serta mendorong pertumbuhan sektor riil di Indonesia," tutup Denny.
Kinerja positif IFG pada periode sebelumnya menjadi indikator kuat atas progres yang telah dicapai. Secara konsolidasi, pendapatan tercatat sekitar Rp11,47 triliun, melampaui target Rp11,21 triliun, atau mencapai 102 persen dari proyeksi awal.