Mogok Bersejarah ABC: Staf Tolak Kenaikan Gaji 10%, Siaran Terganggu
SYDNEY – Ratusan karyawan Australian Broadcasting Corporation (ABC) melancarkan aksi mogok kerja massal pada Rabu (25/3) waktu setempat. Ini adalah pemogokan pertama dalam 20 tahun terakhir, dipicu oleh perselisihan mengenai gaji dan kondisi kerja yang telah lama berlarut-larut. Aksi ini dilaporkan telah mengganggu sejumlah siaran berita langsung di stasiun penyiaran publik terkemuka Australia tersebut.

Mogok kerja ini merupakan puncak dari kebuntuan negosiasi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara perwakilan staf dan pihak manajemen ABC. Ketidaksepakatan yang mendalam mengenai kompensasi dan lingkungan kerja akhirnya mendorong para karyawan untuk mengambil langkah drastis ini.
Tawaran terakhir dari manajemen, yang mencakup kenaikan gaji sebesar 10 persen selama tiga tahun dan bonus satu kali senilai US$700 (sekitar Rp11,8 juta) bagi karyawan tetap dan kontrak, ditolak mentah-mentah oleh mayoritas staf. Mereka menganggap tawaran tersebut tidak memadai di tengah kenaikan biaya hidup dan tuntutan kerja yang semakin tinggi.
Aksi mogok ini tidak hanya mengganggu jadwal siaran, tetapi juga menyoroti ketegangan yang meningkat antara karyawan dan manajemen di salah satu institusi media paling penting di Australia. Para staf berharap tindakan ini dapat menekan manajemen untuk kembali ke meja perundingan dengan tawaran yang lebih baik dan memenuhi tuntutan mereka secara adil.