Blok Masela Tancap Gas: RI-Jepang Percepat Proyek Strategis Rp356 Triliun
Tokyo, Portal Batang ID – Indonesia dan Jepang telah mencapai kesepakatan krusial untuk mengakselerasi pengembangan proyek gas bumi Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku. Komitmen percepatan ini, yang diperkirakan menelan investasi hingga Rp356 triliun, dicapai dalam kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Tokyo, Jepang, baru-baru ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa arahan langsung dari Presiden Prabowo menjadi pendorong utama percepatan proyek yang telah berlarut-larut selama puluhan tahun ini. Bahlil, yang mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut, mendapat mandat khusus untuk mengawal dua agenda penting.
"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya ditugaskan untuk melakukan dua hal dalam kunjungan di Jepang. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut INPEX, Blok Masela," ujar Bahlil di Tokyo, mengutip siaran pers Sekretariat Presiden.
Bahlil merinci, setelah melalui proses panjang, proyek Blok Masela kini mendekati kepastian besar. Nilai dasar pengembangan proyek (DPOD) mencapai sekitar US$20 miliar atau setara Rp339,9 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.998 per dolar AS). Namun, untuk memastikan proyek ini lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan komitmen global, ada penambahan investasi hampir US$1 miliar untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS). Ini menjadikan total investasi melonjak hingga hampir US$21 miliar, atau sekitar Rp356 triliun.
Ia juga tidak menampik kemungkinan adanya peningkatan nilai investasi di masa mendatang, terutama dengan dinamika geopolitik global saat ini. "Total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun lebih," ujarnya, mengindikasikan proyeksi yang bisa terus bertambah.
Presiden Prabowo, lanjut Bahlil, secara tegas menginstruksikan implementasi proyek ini dipercepat mengingat posisi strategisnya dalam memperkokoh ketahanan energi nasional. Proyek ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan energi domestik, tetapi juga memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci di pasar gas global.
Di samping Blok Masela, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan (EBT). Bahlil menekankan bahwa Indonesia akan mengoptimalkan seluruh potensi energi yang dimiliki, mulai dari geotermal, air, matahari, hingga angin, selama teknologi yang digunakan efisien dan harganya kompetitif di tengah ketidakpastian global.
Kesepakatan dengan Jepang ini menandai langkah maju signifikan bagi Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi dan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan, sekaligus memperkuat posisinya di kancah energi global.