Akhir Era Emas Satoru Mochizuki di Timnas Putri

Author Image

Dewi Laksmi

7 November 2026, 07:39 WIB

portalbatang.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola wanita tanah air. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan berakhirnya masa bakti Satoru Mochizuki sebagai pelatih Timnas Indonesia Putri, baik untuk tim senior maupun kategori usia muda. Keputusan ini menandai berakhirnya sebuah era gemilang yang telah membawa Garuda Pertiwi mencapai puncak kejayaan di Asia Tenggara.

Perpisahan yang diumumkan pada Jumat (6/11/2026) ini terasa cukup emosional bagi para pecinta sepak bola nasional. Pasalnya, Mochizuki atau yang akrab disapa "Mochi" tersebut telah mendedikasikan dirinya selama lebih dari dua tahun untuk membangun fondasi sepak bola putri di Indonesia. Di bawah asuhannya, prestasi tim nasional putri melonjak drastis dan mencapai level yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Akhir Era Emas Satoru Mochizuki di Timnas Putri
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Prestasi yang ditinggalkan Mochizuki bukanlah perkara kecil. Ia berhasil membawa Timnas Putri Indonesia menyabet dua gelar juara Piala AFF Women’s Cup secara berturut-turut pada tahun 2024 dan 2026. Tak hanya di level senior, sentuhan magisnya juga merambah ke level usia muda, di mana ia sukses mengantarkan Timnas Putri U-17 melaju ke ajang bergengsi Piala Asia Putri U-17 tahun 2027.

Menanggapi perpisahan ini, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI sekaligus Ketua Komite Sepak Bola Wanita Indonesia, Vivin Cahyani, menyampaikan apresiasi yang mendalam. Ia menegaskan bahwa dedikasi yang diberikan Mochizuki telah memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem sepak bola wanita di tanah air.

"Kami ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Coach Satoru Mochizuki. Dedikasi, kerja keras, serta komitmen luar biasa yang ia tunjukkan dalam membangun sepak bola putri Indonesia sangatlah berarti," ujar Vivin dalam keterangan resminya.

Vivin menambahkan bahwa pencapaian yang diraih Mochizuki merupakan tonggak sejarah baru bagi sepak bola Indonesia. Dua trofi AFF yang diraih secara beruntun serta keberhasilan menembus Piala Asia U-17 adalah bukti nyata bahwa kualitas pemain putri Indonesia telah meningkat pesat di kancah regional.

Namun, bagi PSSI, warisan Mochizuki tidak hanya diukur dari deretan trofi yang tersimpan di lemari juara. Vivin menekankan bahwa kontribusi terbesar sang pelatih terletak pada aspek mentalitas dan pengembangan karakter pemain.

"Lebih dari sekadar gelar juara, kami sangat menghargai kontribusinya dalam memberikan pengalaman berharga serta membangun kepercayaan diri para pemain. Ia telah membuka pintu kesempatan yang lebih lebar bagi talenta-talenta putri Indonesia untuk bisa bersaing dan menunjukkan taring mereka di level internasional," tambah Vivin.

Kini, setelah masa tugasnya usai, PSSI mendoakan agar perjalanan karier Mochizuki selanjutnya tetap sukses. Tantangan besar kini menanti federasi untuk mencari sosok pengganti yang mampu meneruskan estafet prestasi dan menjaga momentum kebangkitan sepak bola putri Indonesia agar tetap konsisten di level Asia.

Related Post