portalbatang.id – Kemenangan besar berhasil diraih oleh Bali United dalam ajang I League Cup musim 2026/2027. Menghadapi Persiba Balikpapan, tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut tampil sangat dominan dan menutup laga dengan skor telak. Meski pesta gol terjadi di lapangan, pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, memilih untuk tetap bersikap realistis dan tidak terlena dengan hasil tersebut.
Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, pelatih berusia 51 tahun itu mengungkapkan rasa puasnya terhadap performa anak asuhnya. Menurut Jansen, Bali United telah menunjukkan kendali penuh atas jalannya pertandingan sejak peluit pertama dibunyikan. Strategi yang diterapkan mampu membuat lawan kesulitan untuk mengembangkan permainan.

"Ini adalah kemenangan yang sangat bagus bagi kami. Di babak pertama, kami benar-benar menguasai jalannya laga. Namun, saya mencatat ada beberapa momen di mana pemain kami sedikit ceroboh. Hal ini membuat kami terlalu mudah kehilangan penguasaan bola dan memberikan celah bagi lawan untuk melancarkan serangan balik," ungkap Johnny Jansen kepada awak media.
Also Read
Walaupun Bali United menang dengan skor mencolok 6-1, Jansen tetap memberikan catatan kritis bagi para pemainnya. Ia menyoroti penurunan intensitas permainan yang sempat terjadi saat memasuki babak kedua, yang kemudian dimanfaatkan oleh Persiba Balikpapan untuk mencetak satu gol pembuktian.
"Permainan kami di awal babak kedua tidak berjalan sesuai rencana. Kami sempat mengalami kendala teknis di lapangan dan itulah saat mereka berhasil mencetak gol," tambahnya.
Meski demikian, Jansen tetap memberikan penghormatan kepada tim tamu. Ia mengapresiasi semangat juang Persiba Balikpapan yang merupakan penghuni Pegadaian Championship 2026/2027 tersebut. Namun, ia mengakui bahwa pada laga kali ini, terdapat perbedaan kualitas yang cukup signifikan antara kedua tim di atas lapangan hijau.
Lebih lanjut, Jansen membedah taktik utama yang ia terapkan dalam laga ini. Ia menekankan pentingnya penguasaan bola sebagai senjata utama untuk memecah pertahanan lawan. Dengan memegang kendali bola, pemain lawan dipaksa untuk terus berlari mengejar bola, yang pada akhirnya akan menciptakan ruang kosong bagi Bali United untuk membangun serangan mematikan.
"Rencana kami sederhana namun efektif: kuasai bola, biarkan mereka lelah mengejar bola, lalu kami ciptakan ruang untuk menyerang. Strategi ini berjalan dengan baik dan hasil 6-1 tentu sangat memuaskan. Sebenarnya, kami punya peluang untuk mencetak gol lebih banyak lagi, tetapi kami tetap bersyukur dengan hasil akhir ini," pungkasnya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Bali United untuk melangkah lebih jauh di kompetisi I League Cup, sembari terus membenahi celah-celah kecil dalam permainan mereka.




