Bali United Mengamuk di Stadion Dipta

Author Image

Dewi Laksmi

11 Oktober 2026, 04:06 WIB

portalbatang.id – Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, menjadi saksi bisu pesta gol yang luar biasa pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Tuan rumah Bali United tampil sangat dominan saat menjamu Persijap Jepara pada Sabtu (10/10/2026). Pasukan Serdadu Tridatu sukses melumat tim tamu dengan skor telak 6-1, sebuah hasil yang mengirimkan mereka merangkak naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan raihan sembilan poin.

Bintang utama dalam laga ini adalah penyerang tajam Bali United, Jort van der Sande. Pemain tersebut tampil fenomenal dengan mencetak hattrick yang membuat pertahanan Persijap kocar-kacir. Van der Sande membuka keunggulan pada menit ke-38, disusul gol kedua pada menit ke-57, dan melengkapi torehan tiga golnya pada menit ke-78.

Bali United Mengamuk di Stadion Dipta
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Tak hanya Van der Sande, pemain lain juga turut menyumbang gol dalam kemenangan besar ini. Remco Balk menambah keunggulan pada menit ke-42, disusul Thijmen Goppel pada menit ke-72, dan ditutup oleh gol Irfan Jaya di masa injury time menit ke-90+4. Sementara itu, Persijap hanya mampu membalas satu gol melalui Juan Douglas pada menit ke-71 yang sempat memberi harapan semu bagi tim tamu.

Meski meraih kemenangan meyakinkan di hadapan pendukung sendiri, pelatih Bali United, Johnny Jansen, enggan berpuas diri. Ia secara tegas menepis anggapan bahwa Bali United hanyalah tim "jago kandang". Jansen menyadari bahwa sejauh ini ketiga kemenangan timnya diraih di markas sendiri, sementara saat bertandang ke markas Borneo FC, timnya justru harus menelan pil pahit.

"Saya tidak percaya bahwa kami hanya bisa menang di kandang dan kalah saat tandang. Kami memiliki rekor kandang yang sangat bagus, namun saya yakin kami juga mampu mencetak gol saat bermain di laga tandang. Kita lihat saja pembuktiannya nanti," tegas Jansen dengan penuh percaya diri usai laga.

Jansen memuji kolektivitas permainan anak asuhnya. Menurutnya, kunci kemenangan ini terletak pada kemampuan tim dalam menguasai bola, melakukan transisi cepat, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Ia merasa timnya menjalani pertandingan dengan skema yang sangat rapi, baik saat menyerang maupun saat merebut kembali penguasaan bola.

Di sisi lain, kekalahan telak ini menjadi pukulan bagi Persijap Jepara. Pelatih Persijap, Mario Lemos, mengakui bahwa timnya tampil jauh di bawah standar. Lemos menyebut timnya kehilangan momentum setelah kebobolan gol pertama dan gagal bangkit saat tertinggal dua gol di babak pertama.

"Ini adalah hari yang buruk bagi Persijap. Kami tidak memulai pertandingan dengan baik. Bali United tampil lebih unggul dalam segala aspek, baik menyerang maupun bertahan, sehingga mereka layak menang," ujar Lemos. Ia juga menambahkan bahwa Persijap saat ini tengah berjuang keras untuk menghindari zona degradasi, sehingga menghadapi tim besar seperti Bali United memerlukan kerja keras ekstra.

Related Post