Bhayangkara FC Gagal Amankan Poin Penuh

Author Image

Dewi Laksmi

11 Oktober 2026, 07:06 WIB

portalbatang.id – Drama sengit tersaji di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, saat Bhayangkara Presisi Lampung FC harus puas berbagi angka dengan tuan rumah Arema FC. Dalam laga yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) tersebut, kedua tim bermain imbang dengan skor akhir 2-2 pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Meski berhasil mencuri satu poin, hasil ini menyisakan catatan evaluasi mendalam bagi tim berjuluk The Guardian.

Bhayangkara FC sebenarnya tampil sangat dominan sejak awal laga. Mereka sempat memimpin jauh melalui dua gol cepat yang dicetak oleh Matias Ocampo pada menit ke-16 dan Milan Ristovski pada menit ke-32. Namun, keunggulan dua gol tersebut gagal dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan. Arema FC bangkit di babak kedua lewat aksi Marcos Vinicius dan Samuel Otusanya untuk menyamakan kedudukan.

Bhayangkara FC Gagal Amankan Poin Penuh
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Pelatih Bhayangkara FC, Oscar Bruzon, mengungkapkan bahwa hasil ini memiliki sisi positif sekaligus negatif bagi timnya. Di satu sisi, ia bangga karena timnya mampu menjaga rekor belum terkalahkan hingga pekan keempat. Bruzon menilai anak asuhnya mampu mengontrol jalannya pertandingan meskipun berada di bawah tekanan hebat dari Arema FC.

"Kami berhasil melanjutkan catatan empat pekan tanpa kekalahan. Kami juga mendominasi permainan yang sangat berat melawan Arema," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

Namun, Bruzon tidak bisa menyembunyikan rasa tidak puasnya. Ia merasa timnya seharusnya bisa mengamankan kemenangan penuh jika mampu bermain lebih klinis. Menurutnya, meskipun Bhayangkara tampil agresif dan terbuka, Arema mampu memanfaatkan celah yang ada untuk menyamakan kedudukan.

Statistik pertandingan memperlihatkan betapa intensnya serangan yang dibangun Bhayangkara FC. Kiper Arema FC, Adi Satryo, harus bekerja ekstra keras dengan melakukan lima penyelamatan krusial. Sementara itu, penjaga gawang Bhayangkara FC, Awan Setho, mencatatkan dua penyelamatan penting. Pergerakan Moussa Sidibe dan Allano Lima menjadi ancaman utama yang membuat lini pertahanan Singo Edan kewalahan sepanjang laga.

Kekecewaan mendalam juga dirasakan oleh Awan Setho. Ia menyesali kegagalan tim dalam mengantisipasi skema bola mati yang menjadi kunci kebangkitan Arema FC. Padahal, persiapan khusus telah dilakukan dalam sesi latihan untuk menghadapi situasi tersebut.

"Hasil ini sangat mengecewakan. Kami sudah unggul dua gol, tapi berakhir imbang. Rasanya seperti kalah. Arema jauh lebih efektif di babak kedua. Kami sudah berlatih menghadapi skema bola mati, namun tetap gagal menahannya di lapangan," pungkas Awan dengan nada kecewa.

Related Post