portalbatang.id – Pekan kedua BRI Super League 2026/2027 telah rampung pada Minggu (13/9/2026) malam WIB, menyajikan drama dan kejutan di berbagai lapangan. Sejumlah tim papan atas seperti Bali United, Madura United, Persija Jakarta, Borneo FC, Persita Tangerang, Persebaya Surabaya, dan Persik Kediri berhasil mengamankan poin penuh. Di tengah sorotan yang kerap tertuju pada para pemain asing, pekan ini justru menjadi panggung bagi talenta lokal yang tampil memukau dan memberikan kontribusi signifikan bagi tim mereka.
Meski nama-nama seperti Dimitar Mitkov dari Madura United, Teppei Yachida dari Bali United, dan Balsa Sekulic dari Persib Bandung kembali menunjukkan kelasnya, tiga pemain asli Indonesia berhasil mencuri perhatian dengan performa gemilang. Mereka membuktikan bahwa kualitas pemain lokal tak kalah bersaing dan mampu menjadi penentu kemenangan.

Salah satu yang paling disorot adalah penampilan gemilang kiper Persija Jakarta, Nadeo Argawinata. Dalam laga krusial melawan rival abadi, Persib Bandung, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Nadeo menjadi tembok kokoh di bawah mistar gawang. Penjaga gawang berusia 29 tahun ini melakukan serangkaian penyelamatan penting yang krusial bagi kemenangan Macan Kemayoran dengan skor tipis 2-1. Puncaknya, pada menit ke-70, Nadeo secara heroik menepis sundulan keras penyerang Persib, Luka Menalo, dengan satu tangan, memastikan keunggulan timnya tetap terjaga.
Also Read
Di lini tengah, nama Zanadin Fariz dari Persik Kediri juga tak luput dari pujian. Gelandang muda berusia 22 tahun ini dipercaya tampil penuh selama 90 menit saat Persik menundukkan Garudayaksa FC 2-0. Zanadin menunjukkan kematangan luar biasa dalam mengatur ritme permainan dan menjadi motor serangan tim Macan Putih, berkolaborasi apik dengan Imanol Garcia dan Bayu Otto. Kontribusinya dalam mendikte permainan dan menjaga keseimbangan transisi tim membuatnya diganjar penghargaan prestisius sebagai Young Player of the Week BRI Super League pekan kedua.
Sementara itu, Irfan Jaya dari Bali United membuktikan dirinya sebagai "super-sub" yang efektif. Winger berusia 30 tahun ini masuk lapangan pada menit ke-71 menggantikan Rahmat Arjuna saat Bali United menghadapi tim promosi Isen Mulang FC. Hanya dua menit berselang, Irfan langsung mencatatkan namanya di papan skor. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti gagal diantisipasi sempurna oleh kiper lawan, memastikan gol keempat bagi Serdadu Tridatu. Menariknya, gol Irfan Jaya ini menjadi satu-satunya gol yang dicetak oleh pemain lokal pada pekan kedua, di mana gol-gol lainnya didominasi oleh pemain asing.
Penampilan ketiga pemain ini menjadi bukti nyata bahwa talenta lokal memiliki peran vital dalam persaingan ketat BRI Super League. Kontribusi mereka tidak hanya membawa kemenangan bagi tim masing-masing, tetapi juga menambah warna dan daya tarik kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia ini.




