portalbatang.id – Gelaran League Cup musim 2026/2027 resmi memulai babak baru setelah proses pengundian fase grup dilakukan di Menara Mandiri, Jakarta, pada Rabu (7/10/2026). Namun, ada pemandangan berbeda dalam mekanisme official draw kali ini. Pihak penyelenggara memutuskan untuk menerapkan aturan khusus yang memisahkan sejumlah klub dengan rivalitas tinggi agar tidak berada dalam satu grup yang sama.
Langkah preventif ini diambil demi menjamin stabilitas keamanan selama kompetisi berlangsung. Dalam proses pengundian tersebut, terdapat tiga pasangan klub yang secara otomatis dipisahkan dari potensi pertemuan di fase grup. Mereka adalah duel klasik antara PSS Sleman dengan PSIM Yogyakarta, perseteruan antara Persijap Jepara dan Persis Solo, serta pertemuan Arema FC dengan Dewa United FC.

Presiden Direktur I-League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa kebijakan limitasi pengundian ini bukan tanpa alasan. Hal ini berkaitan erat dengan prosedur perizinan dan rekomendasi dari pihak kepolisian guna menghindari potensi kericuhan antar suporter.
Also Read
"Sebenarnya limitasi tersebut lebih kepada regulasi atau proses perizinan dari pihak keamanan dan kepolisian," jelas Ferry Paulus di sela-sela acara. Meski demikian, ia menambahkan bahwa aturan ini tidak bersifat kaku. Jika pihak kepolisian menilai situasi keamanan memungkinkan, maka aturan pemisahan ini bisa saja bersifat fleksibel.
"Jika dirasa masih bisa ditangani dari sisi keamanan dan perizinan, saya rasa limitasi itu masih bisa fleksibel bagi kami. Namun, siapa pun yang akan bertanding, kami tetap harus menunggu rekomendasi resmi dari pihak kepolisian," tambahnya.
Di sisi lain, meskipun ada pembatasan demi keamanan, PSSI melihat bahwa pertemuan antar klub dengan kasta yang berbeda justru menjadi magnet utama bagi para pecinta sepak bola. Kompetisi League Cup diprediksi akan menghadirkan atmosfer yang luar biasa karena mempertemukan tim-tim dari kasta Championship dengan tim-tim elit dari Super League.
Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menekankan bahwa daya tarik utama turnamen ini terletak pada potensi laga-laga besar yang mungkin terjadi. Ia menyebutkan bahwa masyarakat di berbagai daerah pasti akan sangat menantikan kehadiran klub kebanggaan mereka saat bertandang ke markas tim besar lainnya.
"Kami melihat ada klub Championship yang akan bertanding melawan tim Super League. Ini tentu akan sangat dinantikan oleh masyarakat di daerah asal klub-klub tersebut," ujar Yunus.
Sebagai gambaran betapa besarnya potensi antusiasme penonton, Yunus memberikan contoh jika nantinya terjadi pertemuan antara PSMS Medan melawan Persija Jakarta. Menurutnya, atmosfer pertandingan tersebut dipastikan akan sangat luar biasa dan meriah. "Kami tidak bisa membayangkan bagaimana atmosfernya nanti, betapa ramainya pertandingan seperti itu," pungkasnya.




