Dilema Juara Joey Pelupessy Antara Trofi dan Klub

Author Image

Dewi Laksmi

7 Oktober 2026, 21:06 WIB

portalbatang.id – Euforia kemenangan Timnas Indonesia dalam menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 masih terasa sangat kental di seluruh penjuru negeri. Setelah berhasil menumbangkan Thailand melalui drama adu penalti yang menegangkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10/2026), skuad Garuda resmi mencatatkan sejarah sebagai juara perdana di ajang bergengsi tingkat regional tersebut.

Namun, di balik kemeriahan pesta juara yang melibatkan puluhan ribu suporter di stadion dan konvoi massal di berbagai kota, terselip sebuah cerita tentang pengorbanan dan profesionalisme seorang pemain. Gelandang jangkar andalan Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, mengaku harus menelan kekecewaan karena tidak bisa ikut serta dalam perayaan kemenangan yang meriah di pusat kota Jakarta.

Dilema Juara Joey Pelupessy Antara Trofi dan Klub
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Pemain berusia 33 tahun tersebut terpaksa memotong waktu bahagianya demi memenuhi kewajiban profesional bersama klubnya di Belgia, Lommel SK. Joey harus segera bergegas menuju bandara sesaat setelah upacara penyerahan trofi selesai, guna mengejar jadwal penerbangan menuju Eropa.

"Teman-teman yang lain pergi ke pusat kota Jakarta untuk bersenang-senang. Saya sebenarnya ingin sekali ikut, tetapi hanya saya dan Kevin Diks yang harus segera pergi. Saya sempat mengangkat trofi sebentar, merayakannya secara singkat di ruang ganti, lalu kami langsung menuju bandara," ungkap Joey Pelupessy kepada media Belanda, Tubantia.

Ketergesaan Joey bukan tanpa alasan. Ia dituntut untuk segera bergabung dengan skuad Lommel SK yang akan kembali berkompetisi di kasta tertinggi Liga Belgia, Jupiler Pro League. Lommel dijadwalkan akan bertandang ke markas Waasland-Beveren di Freethiel Stadion pada Sabtu (10/10/2026) dini hari WIB. Kondisi ini membuat Joey hanya memiliki waktu istirahat dan pemulihan fisik yang sangat singkat, yakni hanya sekitar lima hari, termasuk waktu yang habis di perjalanan udara.

Peran Joey dalam kesuksesan ini sangatlah krusial. Bersama Kevin Diks dan Elkan Baggott, ia menjadi pilar yang tak tergantikan di lini pertahanan dan tengah. Ketiganya tercatat selalu bermain penuh selama turnamen berlangsung, mulai dari fase grup hingga partai final yang emosional.

Meski harus bergegas, Joey mengaku sangat terkesan dengan atmosfer sepak bola di Indonesia. Ia menyebut bahwa skala turnamen ini sangat luar biasa, terlihat dari kehadiran tokoh-tokoh penting dunia.

"Rasanya luar biasa, sungguh menyenangkan. Saat saya tiba empat belas hari yang lalu, saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi saya langsung sadar bahwa ini adalah peristiwa yang sangat besar," tuturnya.

Ia juga menyoroti kehadiran Presiden Indonesia serta Presiden FIFA, Gianni Infantino, di stadion sebagai bukti nyata betapa pentingnya turnamen ini. Kehadiran legenda sepak bola dunia seperti Dimitar Berbatov yang turut membawa trofi ke lapangan semakin mempertegas bahwa kemenangan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 adalah sebuah pencapaian bersejarah yang diakui dunia.

Related Post