Dipta Bergemuruh Denda Rp60 Juta Menghantam

Author Image

Dewi Laksmi

11 September 2026, 23:06 WIB

portalbatang.id – Gemuruh Stadion Kapten I Wayan Dipta kembali membahana, menandai kebangkitan gairah suporter Bali United di awal BRI Super League 2026/2027. Sebanyak 16 ribu tiket ludes terjual untuk laga perdana kontra PSS Sleman, menciptakan atmosfer yang lama dirindukan. Namun, euforia ini harus dibayar mahal dengan sanksi denda Rp60 juta dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat insiden penyalaan petasan.

Pemandangan di Gianyar pada pekan pertama liga sungguh istimewa. Setelah beberapa musim terakhir Stadion Dipta cenderung sepi, dengan rata-rata penonton hanya berkisar 7-9 ribu bahkan saat menjamu tim-tim besar, kini Serdadu Tridatu kembali merasakan dukungan penuh. Pelatih Johnny Jansen pun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya, berharap dukungan serupa akan terus mengalir saat Bali United menghadapi Isen Mulang Kalteng FC di pertandingan kedua.

Dipta Bergemuruh Denda Rp60 Juta Menghantam
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Sayangnya, di tengah semangat yang membara, kabar kurang menyenangkan datang dari Komdis PSSI. Bali United dijatuhi denda Rp60 juta. Pelanggaran terjadi pada menit ke-82 pertandingan melawan PSS Sleman, di mana petasan dinyalakan oleh oknum suporter. Sanksi ini mengacu pada Pasal 70 ayat (1), ayat (2) juncto Lampiran 1 Nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.

Manajemen Bali United bergerak cepat menanggapi sanksi ini dengan berupaya mengidentifikasi suporter yang bertanggung jawab. Namun, insiden ini juga menjadi sorotan terhadap sistem pengamanan di pintu masuk stadion. Kelolosan benda terlarang seperti petasan hingga ke tribun menunjukkan adanya celah yang perlu dievaluasi dan diperketat oleh para steward dan pihak keamanan stadion. Ini bukan semata-mata tanggung jawab suporter, melainkan juga sistem yang harus memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Johnny Jansen, meski sangat mengapresiasi dukungan luar biasa suporter, juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi pertandingan. "Jujur sangat senang dukungan suporter yang luar biasa pekan lalu. Tapi masalah aturan kembang api dan sejenisnya, suporter harus bisa memahaminya," ujar pelatih asal Belanda itu.

Atmosfer pertandingan yang memukau juga meninggalkan kesan mendalam bagi pemain anyar Bali United, Jort van der Sande. Penyerang berkebangsaan Belanda-Bonaire ini mengaku terkejut dengan antusiasme suporter di Dipta. Setelah sebelumnya hanya merasakan latihan dan uji coba tertutup, Jort baru merasakan gemuruh stadion saat Dewata Challenge Series 2026. "Saya pikir atmosfer pertandingan kemarin luar biasa dan jujur, membuat saya sedikit terkejut," kata Jort. Ia berharap dukungan positif ini dapat membantunya segera menemukan performa terbaik dan mencetak gol perdana bagi Serdadu Tridatu, setelah bermain penuh 90 menit tanpa kontribusi gol maupun assist di laga kontra PSS.

Kini, Bali United dihadapkan pada tantangan ganda: menjaga momentum kebangkitan suporter sambil memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Euforia di Dipta memang kembali, namun denda Rp60 juta menjadi pengingat pahit bahwa semangat tak boleh melanggar aturan.

Related Post