portalbatang.id – Perjalanan Timnas Indonesia menuju partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung layaknya film aksi yang penuh ketegangan. Skuad Garuda akhirnya berhasil mengamankan tiket ke babak final setelah melalui drama perburuan selisih gol yang sangat menegangkan dalam laga terakhir fase grup. Indonesia dipastikan akan berhadapan dengan kekuatan besar Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin, 5 Oktober 2026 mendatang.
Kemenangan ini tidak didapatkan dengan mudah. Indonesia harus berjuang ekstra keras di menit-menit akhir pertandingan melawan Bangladesh untuk memastikan posisi sebagai juara Grup A. Situasi menjadi sangat kritis ketika memasuki menit ke-90+1. Saat itu, skor menunjukkan keunggulan Indonesia 7-2. Namun, angka tersebut belum cukup untuk mengamankan posisi puncak karena di saat yang bersamaan, Malaysia di Bandung telah menyelesaikan laga mereka dengan kemenangan telak 6-0 atas Singapura.

Dalam kondisi terdesak, Indonesia wajib mencetak setidaknya dua gol tambahan dalam sisa waktu enam menit tambahan waktu untuk memenangkan persaingan selisih gol dengan Malaysia. Tekanan luar biasa ini berhasil dijawab dengan gemilang oleh para pemain. Kevin Diks dan Mitchell Baker muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol krusial di masa injury time.
Also Read
Laga berakhir dengan skor mencolok 9-2 untuk kemenangan Indonesia. Mitchell Baker tampil fenomenal dengan mencetak lima gol dari total sembilan gol yang tercipta, sebuah performa individu yang luar biasa di bawah tekanan tinggi. Hasil ini membuat Indonesia melenggang sebagai juara grup, unggul tipis satu gol dari Malaysia yang harus puas menempati posisi runner-up.
Menanggapi hasil yang penuh drama ini, Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, menyampaikan rasa syukurnya. Ia mengakui bahwa tim nasional baru saja melewati ujian mental yang sangat berat. Menurutnya, kemampuan para pemain untuk tetap fokus dan mengejar kekurangan gol di saat-saat terakhir adalah kunci keberhasilan mereka.
"Allah SWT bersama Indonesia. Tuhan bersama kita semua. Pernyataan saya hanya itu. Saya rasa media mungkin lebih merasakan ketegangan ini, namun kalian pasti paham betapa emosionalnya situasi di lapangan dan di tempat lain saat laga berlangsung," ujar Erick Thohir kepada awak media usai pertandingan.
Jika menilik perjalanan di fase grup, performa Timnas Indonesia sebenarnya sempat diwarnai keraguan. Di laga pembuka, pasukan asuhan John Herdman hanya mampu menang tipis 2-0 atas Singapura. Kondisi semakin memburuk saat Indonesia ditahan imbang tanpa gol oleh Malaysia dalam laga kedua, yang diperparah dengan kartu merah yang diterima gelandang Thom Haye di babak pertama.
Ketidakpastian hasil ini sempat membuat antusiasme suporter menurun, yang terlihat dari jumlah penonton di GBK yang hanya mencapai sekitar 33 ribu orang saat melawan Bangladesh. Namun, drama kemenangan di menit akhir ini diyakini akan membangkitkan kembali semangat seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung Garuda di partai final melawan Thailand.




