Dua Wakil DIY Terjun Bebas di Awal Liga Super

Author Image

Dewi Laksmi

25 September 2026, 14:06 WIB

portalbatang.id – Awal musim BRI Super League 2026/2027 menjadi mimpi buruk bagi dua wakil Daerah Istimewa Yogyakarta, PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman. Setelah tiga pertandingan bergulir, kedua tim kompak terpuruk di papan bawah klasemen sementara, gagal menunjukkan performa yang diharapkan oleh para penggemar.

PSIM, yang kini menjalani musim keduanya di kasta tertinggi, hanya mampu mengumpulkan satu poin dan bertengger di posisi ke-14. Sementara itu, PSS Sleman, tim promosi dari Pegadaian Championship 2025/2026, justru lebih parah dengan belum meraih satu pun poin, menempatkan mereka di urutan ke-15. Kondisi ini tentu memicu kekhawatiran akan perjalanan mereka di kompetisi paling bergengsi tanah air.

Dua Wakil DIY Terjun Bebas di Awal Liga Super
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Menariknya, kedua tim sama-sama dinakhodai oleh pelatih asal Belanda. PSIM masih setia dengan Jean-Paul van Gastel yang sudah memasuki tahun keduanya, setelah musim lalu membawa Laskar Mataram finis di peringkat ke-11. Di kubu PSS, Pieter Huistra yang sebelumnya menjabat Direktur Teknik dan sukses membawa Super Elja promosi, kini memegang kendali penuh sebagai pelatih kepala. Namun, racikan strategi kedua pelatih ini belum mampu mengangkat performa tim di awal musim.

Perjalanan PSIM dimulai dengan hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang, satu-satunya poin yang mereka raih sejauh ini. Setelah itu, Laskar Mataram harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor 0-1 dan takluk 1-2 dari Madura United. Nasib PSS lebih miris, mereka menelan tiga kekalahan beruntun: 1-2 dari Bali United, dihantam 1-3 oleh Madura United, dan kembali kalah 1-2 saat bersua Dewa United. Rentetan hasil negatif ini membuat suporter PSS mulai menyuarakan kekecewaan dan menuntut kebangkitan tim kesayangan mereka.

Fakta lain yang mencolok adalah ketergantungan gol pada pemain asing. Seluruh gol yang dicetak oleh PSIM maupun PSS dalam tiga pertandingan awal berasal dari kontribusi legiun impor. PSIM mengemas dua gol melalui Adrian Purzycki dan Nermin Haljeta, sementara PSS mencetak tiga gol berkat aksi Matheus Fornazari, Melvyn Lorenzen, dan Christophe Nduwarugira. Catatan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kedua tim untuk meningkatkan produktivitas lini depan, terutama dari pemain lokal, serta memperkuat sektor pertahanan.

Beruntung, BRI Super League 2026/2027 saat ini memasuki jeda internasional karena agenda FIFA Matchday. Masa rehat ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh PSIM dan PSS untuk melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki strategi, dan membenahi kelemahan tim sebelum kompetisi kembali bergulir bulan depan. Harapan besar kini tertumpu pada jeda ini agar kedua wakil DIY mampu bangkit dan menunjukkan performa terbaik mereka di sisa musim.

Related Post