portalbatang.id – Persaingan sengit di kancah BRI Super League musim 2026/2027 terus memanas seiring berjalannya kompetisi. Salah satu laga yang paling dinantikan oleh para pecinta sepak bola tanah air adalah pertemuan antara Isenmulang Kalteng FC melawan PSIM Yogyakarta. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 15.30 WIB ini diprediksi akan menyajikan drama tinggi di atas lapangan hijau.
Bagi para penggemar yang tidak bisa hadir langsung ke stadion, laga ini dapat disaksikan melalui layanan live streaming di platform Vidio. Selain itu, siaran langsung juga akan disiarkan secara luas melalui saluran televisi Indosiar, sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati jalannya pertandingan dengan kualitas terbaik.

Namun, di balik antusiasme pertandingan ini, terselip sebuah cerita pilu yang menyelimuti tim kebanggaan Kalimantan Tengah tersebut. Isenmulang FC saat ini tengah menghadapi situasi sulit karena belum bisa memainkan laga kandang di markas asli mereka. Hal ini disebabkan oleh dampak buruk dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah. Kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan membuat Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya belum bisa digunakan untuk menggelar kompetisi resmi.
Also Read
Sejak kompetisi BRI Super League musim ini resmi bergulir pada awal September lalu, Isenmulang FC terpaksa menjadi tim "pengelana". Tim yang kini ditangani oleh pelatih Mundari Karya tersebut harus berpindah-pindah kota demi menjalankan kewajiban laga kandang. Mulai dari Bali, Lampung, hingga Yogyakarta, semuanya telah menjadi saksi bisu perjuangan tim ini mencari poin di musim ini.
Memasuki pekan ketujuh, Isenmulang FC kembali harus bertindak sebagai tuan rumah namun tanpa kehadiran penonton di stadion sendiri. Mereka dijadwalkan akan berhadapan dengan PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Keputusan untuk menggelar laga tanpa penonton ini diambil demi alasan keamanan dan kondisi lingkungan yang belum stabil.
Manajemen Isenmulang FC pun menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh warga Palangka Raya dan para pendukung setia mereka. Mereka menyadari bahwa kerinduan fans untuk melihat langsung aksi tim kesayangan di stadion belum bisa terpenuhi. Meski demikian, manajemen tetap meminta doa dan dukungan moral dari seluruh elemen masyarakat agar pasukan Mundari Karya tetap bisa tampil maksimal dan meraih hasil positif meskipun harus bertanding di luar rumah tanpa dukungan langsung dari tribun.
Pertandingan ini menjadi ujian mental yang luar biasa bagi para pemain Isenmulang FC. Mampukah mereka mengubah keterbatasan menjadi motivasi untuk menaklukkan PSIM Yogyakarta di Bali? Ataukah PSIM yang akan memanfaatkan situasi ini untuk mencuri poin penuh? Jawaban dari duel panas ini hanya bisa kita saksikan melalui layar kaca pada Sabtu sore nanti.




