portalbatang.id – Atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) membara saat laga final FIFA ASEAN Cup 2026 mempertemukan dua raksasa sepak bola Asia Tenggara, Indonesia melawan Thailand. Meski tampil sangat dominan dan terus membombardir pertahanan lawan, Timnas Indonesia belum berhasil memecah kebuntuan pada babak pertama. Hingga turun minum, skor kacamata 0-0 masih bertahan.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengambil langkah berani dengan menurunkan komposisi pemain terbaiknya. Strategi ini terlihat dari pilihan starting XI yang seluruhnya diisi oleh pemain diaspora. Emil Audero mengawal gawang, Thom Haye menjadi dirigen di lini tengah, sementara Mitchell Baker ditugaskan sebagai ujung tombak untuk mengoyak jala Thailand.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Skuad Garuda langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang emas pertama muncul di menit kedua melalui aksi Luke Vickery. Setelah menerima umpan terobosan yang membelah pertahanan Thailand, Vickery melepaskan tembakan, namun sayangnya bola masih bisa diamankan dengan sigap oleh kiper Thailand, Saranon Anuin.
Also Read
Dominasi Indonesia terlihat sangat nyata dengan penguasaan bola yang mencapai lebih dari 60 persen. Timnas Indonesia terus mengurung pertahanan Thailand, memaksa barisan belakang tim tamu bekerja ekstra keras. Salah satu momen yang hampir membuat pendukung tuan rumah bersorak adalah ketika Calvin Verdonk menyambar bola liar hasil sodoran Mitchell Baker. Tendangan keras kaki kiri Verdonk nyaris merobek gawang, namun bola masih meluncur tipis di samping tiang jauh.
Meski terus ditekan, Thailand tidak tinggal diam. Melalui skema serangan balik cepat, Chanatip Songkrasin sempat memberikan ancaman yang berujung pada sepak pojok. Ketegangan sempat meningkat di menit ke-27 saat bek Indonesia, Justin Hubner, harus menerima kartu kuning setelah melakukan tekel keras demi menghentikan serangan balik mematikan dari Teerasak Poeiphimai.
Ole Romeny juga sempat mendapatkan kesempatan emas untuk memimpin Indonesia unggul. Ia mencoba memanfaatkan umpan silang akurat dari Kevin Diks, namun penyelesaian akhirnya masih belum presisi karena bola melambung jauh di atas mistar gawang.
Menjelang akhir babak pertama, intensitas serangan Indonesia sedikit menurun, memberikan ruang bagi Thailand untuk mencoba membangun serangan. Sarach Yooyen dan kawan-kawan mulai mencoba keluar dari tekanan dan mencari celah untuk menyerang balik. Namun, hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap bertahan tanpa gol. Indonesia kini harus segera mencari formula baru di babak kedua jika ingin mengangkat trofi juara.




