portalbatang.id – Kabar baik datang bagi pendukung setia Laskar Mataram. PSIM Yogyakarta mendapatkan hasil yang cukup menjanjikan dalam proses pengundian grup turnamen League Cup musim 2026/2027. Dalam hasil drawing yang digelar oleh I.League pada Rabu sore, tim kebanggaan warga Yogyakarta ini ditempatkan di grup yang dinilai cukup strategis, terutama jika melihat faktor lokasi pertandingan yang sangat menguntungkan.
Turnamen League Cup 2026/2027 sendiri merupakan ajang baru yang sangat dinantikan, karena mempertemukan klub-klub papan atas dari kasta tertinggi dan kasta kedua Liga Indonesia. PSIM Yogyakarta, yang menempati pot satu zona barat 2, resmi tergabung dalam Grup E. Di fase grup ini, skuad asuhan Jean-Paul van Gastel harus bersaing ketat dengan dua tim lainnya, yakni Persikad Depok dan Persiku Kudus.

Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, mengungkapkan rasa optimisnya setelah melihat hasil undian tersebut. Menurutnya, persaingan di Grup E tidak seberat grup-grup lain yang ada di zona barat. Selain itu, faktor logistik menjadi keuntungan besar bagi tim.
Also Read
"Jika melihat susunan lawan dan agenda yang ada, kami akan bermain di kandang saat menghadapi Persikad Depok. Sementara saat melawan Persiku Kudus, kami akan bermain tandang, namun pertandingannya tetap digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul," jelas Iksan Mahar.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini sangat positif bagi stabilitas tim karena para pemain tidak perlu melakukan perjalanan jauh keluar dari wilayah Bantul. "Kami tidak perlu keluar dari Bantul, dan ini tentu menjadi poin plus. Harapannya, tim bisa memaksimalkan peluang ini karena hanya juara grup yang berhak melaju ke babak berikutnya," imbuhnya.
Meski mendapatkan keuntungan lokasi, tantangan besar tetap menanti di depan mata. Dua laga fase grup League Cup ini dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Hal ini bertepatan dengan jadwal kompetisi BRI Super League 2026/2027 yang juga sedang berjalan. Jadwal yang bertumpuk ini menuntut kecermatan tim pelatih dalam menjaga kebugaran dan rotasi pemain.
"Ini akan menjadi tantangan berat bagi tim pelatih untuk mengatur program latihan dan komposisi pemain. Bulan November akan menjadi bulan yang sangat padat karena ada tambahan dua jadwal dari League Cup di tengah kompetisi liga," kata Iksan.
Di sisi lain, turnamen ini juga membawa angin segar bagi pemain lokal. Berbeda dengan regulasi di BRI Super League, League Cup menerapkan aturan ketat di mana setiap klub hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal tiga pemain asing. Aturan ini menjadi panggung pembuktian bagi talenta lokal PSIM yang selama ini minim menit bermain.
Iksan berharap para pemain lokal dapat memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan kualitas mereka. "Ini adalah kesempatan emas bagi pemain lokal untuk membuktikan kemampuan dan memberikan kontribusi nyata bagi tim," pungkasnya.




