portalbatang.id – Pekan kedua BRI Super League 2026/2027 akan menyajikan duel yang selalu dinanti jutaan pasang mata pecinta sepak bola Tanah Air: Persib Bandung kontra Persija Jakarta. Laga klasik yang sarat gengsi ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026. Pertemuan dua raksasa ini tak pernah gagal menghadirkan cerita, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.
Kedua tim dipastikan tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Maung Bandung baru saja menaklukkan PSM Makassar dengan skor meyakinkan 3-1, sementara Macan Kemayoran sukses mencuri poin penuh dari kandang Borneo FC dengan kemenangan tipis 1-0. Hasil positif ini menjanjikan pertandingan yang panas dan menarik sejak peluit awal dibunyikan, apalagi kedua tim kini dihuni banyak pemain berlabel bintang.

Di balik rivalitas sengit yang membara, ada fakta menarik yang kerap luput dari perhatian: beberapa pemain top dalam sejarah sepak bola Indonesia pernah menapaki rumput dengan mengenakan seragam kedua tim. Mereka adalah para profesional yang berani melintasi batas-batas rivalitas, meninggalkan jejak di hati para suporter dari dua kubu yang berbeda. Siapa saja mereka?
Also Read
Atep: Dari Macan Menjadi Lord Maung Bandung
Nama Atep sangat identik dengan Persib Bandung, bahkan dijuluki "Lord Atep" oleh para Bobotoh. Namun, sebelum menjadi ikon Pangeran Biru, winger kelahiran Cianjur ini lebih dulu memperkuat Persija Jakarta. Perjalanan profesional Atep dimulai di Persiba Bantul (2002-2004), yang kemudian membawanya ke Timnas Indonesia U-19 dan U-23. Penampilannya memikat Persija, yang merekrutnya pada musim 2004. Selama empat musim (2004-2008), Atep menjadi pilar penting di sektor sayap Macan Kemayoran. Keputusan mengejutkan datang pada 2008 ketika Atep berlabuh ke Persib. Bersama Persib, ia mencatatkan tinta emas dengan membawa Maung Bandung meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2014, sebuah pencapaian yang mengukuhkan statusnya sebagai legenda klub.
Firman Utina: Gelandang Elegan di Dua Kubu
Firman Utina, gelandang elegan yang juga pernah merasakan atmosfer dua kubu. Ia sempat membela Persib Bandung sebelum akhirnya berlabuh ke Persija Jakarta. Firman menjadi bagian penting dari skuad Maung Bandung pada musim 2012 hingga 2016. Sebagai kapten tim, ia adalah otak di balik kesuksesan Persib meraih gelar juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2015. Meskipun detail perjalanannya di Persija tidak sepopuler di Persib, fakta bahwa ia pernah mengenakan kedua seragam menunjukkan profesionalisme dan kualitasnya yang tak terbantahkan.
Rezaldi Hehanussa: Sukses Beruntun di Dua Rival
Rezaldi Hehanussa mungkin menjadi sosok paling menarik dalam daftar ini, mengingat kesuksesannya yang relatif baru di kedua tim. Bek kiri berusia 30 tahun ini adalah produk Persija Jakarta, membela Macan Kemayoran dari 2016 hingga 2022. Selama di sana, ia berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik di Indonesia dan turut membantu Persija meraih gelar juara Liga 1 2018. Namun, cedera sempat menghambat performanya. Pada musim 2022/2023, Rezaldi membuat keputusan berani dengan bergabung ke Persib. Keputusan itu terbukti tepat, ia sukses mengantarkan Maung Bandung meraih gelar juara BRI Super League secara back-to-back pada musim 2023/2024 dan 2024/2025. Kini, Rezaldi melanjutkan karirnya bersama Semen Padang.
Maman Abdurrahman: Dari Bandung ke Jakarta, Raih Gelar
Maman Abdurrahman mengawali karirnya di antara dua rival dengan membela Persib Bandung dari 2008 hingga 2013. Sayangnya, selama periode tersebut, Maman gagal mempersembahkan gelar juara untuk Maung Bandung. Ia kemudian mencoba peruntungan baru dengan bergabung ke Persija Jakarta pada 2016. Bersama Macan Kemayoran, Maman menemukan kesuksesan yang dicarinya, turut membantu Persija meraih gelar juara Liga 1 musim 2018 dan bertahan hingga 2024.
Kisah para pemain ini menjadi bukti bahwa di tengah panasnya rivalitas, profesionalisme dan kualitas seorang atlet tetap menjadi yang utama. Mereka adalah saksi bisu sejarah, yang jejaknya akan selalu dikenang di dua kubu rival abadi sepak bola Indonesia. Laga Persib vs Persija mendatang bukan hanya tentang poin, tetapi juga tentang warisan dan cerita-cerita yang terus hidup di setiap sudut stadion.




