Thailand – Gelombang prestasi atlet Indonesia di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand terus berlanjut. Jendi Pangabean, atlet para renang kebanggaan Merah Putih, berhasil menyumbangkan medali emas ke-70 bagi kontingen Indonesia pada Sabtu (24/1) pagi. Lebih membanggakan lagi, Jendi tidak hanya meraih emas, tetapi juga memecahkan rekor baru di nomor 50 meter kupu-kupu S9 putra dengan catatan waktu 28,82 detik.
Sebelumnya, Jendi juga telah menyumbangkan dua medali emas dari nomor 100 meter gaya punggung putra dan 100 meter gaya kupu-kupu S9. Pencapaian gemilang ini semakin mengukuhkan dominasi Indonesia di cabang olahraga para renang.

Dengan perolehan medali yang terus bertambah, kontingen Indonesia semakin mendekati target yang dicanangkan, yaitu 82 medali emas. Hingga Jumat (23/1) pukul 23.00 WIB, Indonesia telah mengumpulkan 69 emas, 75 perak, dan 69 perunggu.
Kontribusi signifikan juga datang dari cabang olahraga para atletik yang telah melampaui target dengan meraih 27 emas dari target awal 25 emas. Tim para renang juga menunjukkan performa luar biasa dengan merebut 15 emas, hampir dua kali lipat dari target semula. Sementara itu, tim boccia dan para judo juga berhasil memenuhi target medali yang ditetapkan.
Perolehan medali yang solid ini menempatkan Indonesia di posisi runner-up klasemen sementara APG 2025. Tuan rumah Thailand masih memimpin dengan 109 emas, 101 perak, dan 84 perunggu. Malaysia berada di posisi ketiga dengan 33 emas, 33 perak, dan 43 perunggu.
Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani, menyampaikan apresiasi atas performa gemilang para atlet. Ia optimis target runner-up dapat tercapai, mengingat masih banyak cabang olahraga unggulan Indonesia yang belum dipertandingkan.
"Kalau melihat selisih medali yang lumayan jauh, saya yakin (target runner-up terpenuhi). Apalagi cabor unggulan kita masih banyak yang belum dimainkan (nomor pertandingan), seperti bulu tangkis dan catur. Lalu, boccia dan tenis meja juga masih ada. Deposito kita masih banyak," ujar Reda, seperti dikutip Portal Batang ID dari rilis NPC Indonesia.
Dengan sisa waktu dua hari, kontingen Indonesia bertekad untuk terus berjuang dan memperkecil selisih perolehan medali dengan Thailand. "Insya Allah tetap bertahan di peringkat kedua dan kita upayakan selisih medalinya tidak terlalu jauh dengan Thailand," pungkas Reda.