Jepang Kecewa Piala Asia 2027 Diundur

Author Image

Dewi Laksmi

5 November 2026, 18:06 WIB

portalbatang.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Asia. Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menggeser jadwal penyelenggaraan Piala Asia 2027 di Arab Saudi memicu reaksi keras dari para pemain. Salah satu yang paling vokal menyuarakan kekecewaannya adalah bek andalan Timnas Jepang, Tsuyoshi Watanabe.

Awalnya, turnamen bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027. Namun, akibat situasi keamanan yang tidak menentu di kawasan Timur Tengah, AFC akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan turnamen tersebut menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028. Perubahan jadwal yang mundur hampir satu tahun ini dianggap merusak rencana matang yang telah disusun oleh skuad Samurai Blue.

Jepang Kecewa Piala Asia 2027 Diundur
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Bagi Watanabe, penundaan ini bukan sekadar masalah jadwal, melainkan ancaman terhadap ambisi besar Jepang. Pemain berusia 29 tahun yang kini merumput di Feyenoord tersebut merasa bahwa momentum emas Jepang untuk meraih gelar juara bersama pelatih Hajime Moriyasu kini terancam sirna.

"Secara pribadi, saya merasa tidak senang dengan keputusan ini. Saya telah bekerja cukup lama di bawah arahan pelatih Hajime Moriyasu, dan sistem yang kami bangun kemungkinan besar akan berakhir sebelum kami mencapai puncak," ungkap Watanabe dengan nada kecewa, sebagaimana dikutip dari Soccer Digest Web.

Watanabe menyoroti risiko hilangnya kohesi tim. Ia khawatir komposisi pemain yang saat ini sedang dalam performa terbaik tidak akan bisa bertahan hingga tahun 2028. Menurutnya, menjaga stabilitas skuad selama satu tahun tambahan adalah tantangan yang sangat berat, mengingat dinamika pemain yang terus berubah.

"Kami memiliki peluang besar untuk menjadi juara dengan komposisi saat ini. Namun, dengan penundaan ini, kami tidak tahu siapa saja yang akan tetap berada di dalam tim setahun dari sekarang. Kami mungkin tidak akan bisa bermain sebagai satu kesatuan yang sama lagi," tambahnya.

Meski diliputi rasa sedih, Watanabe menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan motivasinya meredup. Ia berkomitmen untuk terus menunjukkan performa terbaiknya di level klub agar tetap menjadi pilihan utama dalam agenda Timnas Jepang mendatang. Ia juga sangat menghargai kepemimpinan Hajime Moriyasu yang dikenal sangat detail dan peduli terhadap perkembangan setiap pemain, bahkan mereka yang sempat tersisih dari skuad.

Jepang sendiri berada di Grup F dalam turnamen tersebut, bersaing dengan kekuatan besar seperti Qatar, Thailand, dan Timnas Indonesia. Penundaan ini tentu menjadi catatan penting bagi seluruh tim di grup tersebut, termasuk Indonesia, yang juga harus menyesuaikan kembali persiapan mereka menghadapi turnamen besar di tanah Arab Saudi tersebut.

Watanabe menutup pernyataannya dengan sikap dewasa. Meski menyesal tidak bisa menutup era kepelatihan Moriyasu dengan trofi Piala Asia, ia siap menyambut babak baru di bawah kendali pelatih baru, Go Oiwa. Bagi Watanabe, setiap era pasti akan berganti, namun rasa penyesalan karena kehilangan momentum juara tetap tidak bisa dihindari.

Related Post