Juara Baru Lahir Lewat Drama Adu Penalti Jakarta Raya

Author Image

Dewi Laksmi

20 September 2026, 23:06 WIB

portalbatang.id – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya Seri 1 2026/2027 sukses menggelar laga puncaknya pada Minggu (20/9/2026) di Kingkong Arena, Jakarta Timur. Kompetisi sepak bola putri usia dini ini melahirkan dua juara baru: SDN Gedong 03 di kategori KU10 dan SDN Cipayung 02 di kategori KU12, yang kemenangannya diwarnai drama adu penalti yang mendebarkan.

Antusiasme terhadap sepak bola putri di ibu kota kembali terbukti dengan partisipasi 1.928 atlet dari 111 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Total 53 tim KU10 dan 123 tim KU12 berlaga di Lapangan Bola Brigif 1 dan Kingkong Soccer Arena. Program Manager MLSC, Welly Arisanto, menyoroti tingginya minat ini, yang konsisten sejak digulirkan pada 2023. "Dukungan orang tua ke peserta yang bertanding sangat antusias. Ini penting sekali buat mental para pemain," ujar Welly, menambahkan bahwa kualitas permainan terus berkembang, menandakan ekosistem sepak bola putri yang semakin kuat.

Juara Baru Lahir Lewat Drama Adu Penalti Jakarta Raya
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Di final KU10, SDN Gedong 03 tampil dominan menghadapi UPTD SDN Mampang 1. Dengan skor akhir 3-0, SDN Gedong 03 berhasil mengamankan gelar juara. Penyerang andalan mereka, Keenar, mencetak dua gol di babak pertama, diawali penalti di menit ke-10 dan disusul aksi individu melewati dua pemain lawan di menit ke-15. Gol penutup dicetak Neha Rayadinata di babak kedua, memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan.

Sementara itu, final KU12 menyajikan pertarungan yang jauh lebih dramatis antara SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dan SDN Cipayung 02. SDN Cipayung 02 sempat unggul cepat di menit ketiga lewat Keisha Rizky Ramadani. Namun, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 membalikkan keadaan menjadi 2-1 berkat gol Maura Jihan Athifa dan Alesha Kaysha Salsabila di menit keenam dan ketujuh. Di babak kedua, Gildas Syauqillah dari SDN Cipayung 02 berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-19, memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti. Dalam babak tos-tosan, empat penendang SDN Cipayung 02 sukses menjalankan tugasnya, sementara SDN Kebayoran Lama Selatan 19 hanya mampu mencetak dua gol, mengunci kemenangan 4-2 untuk SDN Cipayung 02.

Gildas Syauqillah, yang juga menjadi Top Scorer MLSC Jakarta Raya Seri 1 2026/2027, mengungkapkan rasa puasnya. "Pada babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago. Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerjasama tim," katanya. Official Tim SDN Cipayung 02, Khavidah, mengapresiasi mental baja para pemainnya. "Tim pelatih menginstruksikan jangan menyerah. Kami percaya para penendang penalti yang sudah kami latih sejak awal, mentalnya terbangun dengan sangat baik. Alhamdulillah kami bisa menang dan memenuhi target juara," ujar Khavidah, yang senang akhirnya timnya bisa meraih gelar setelah sebelumnya hanya sampai delapan besar.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, turut mengamati perkembangan signifikan dalam kualitas permainan peserta. "Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus. Dan yang penting, mereka mulai mengerti cara bermain sebagai sebuah tim," jelas Jacksen. Ia menilai, pembinaan berkelanjutan melalui kompetisi usia dini seperti MLSC adalah fondasi penting untuk mencapai target ambisius, yaitu membawa timnas sepak bola putri Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2035. MLSC Seri 1 2026/2027 sendiri diselenggarakan di 15 kota, dengan format 7 lawan 7 tanpa offside, durasi 2×10 menit (penyisihan-perempat final) dan 2×15 menit (semifinal-final), serta perubahan ukuran lapangan KU10 menjadi sama dengan KU12 (42×26 meter). Selain itu, Festival SenengSoccer untuk KU8 juga diikuti oleh 76 siswi dari 21 SD & MI di Jakarta Raya, semakin memperluas jangkauan pembinaan.

Related Post