portalbatang.id – Kegembiraan luar biasa menyelimuti pecinta sepak bola tanah air setelah Timnas Indonesia resmi dinobatkan sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026. Keberhasilan skuad asuhan John Herdman ini terasa sangat emosional karena berhasil mengakhiri dahaga gelar juara turnamen resmi level senior yang telah berlangsung selama 35 tahun. Namun, di balik euforia kemenangan tersebut, muncul catatan kritis mengenai kualitas permainan yang ditunjukkan oleh anak asuh Herdman di lapangan hijau.
Mantan pemain Timnas Indonesia, Beto Goncalves, memberikan pandangan yang cukup tajam terkait performa Tim Garuda dalam laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Meski Indonesia berhasil menundukkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu, Beto menilai ada beberapa aspek yang masih jauh dari kata ideal.

Menurut Beto, performa Timnas pada partai puncak tersebut belum sepenuhnya merepresentasikan kekuatan asli skuad Garuda yang sebenarnya. Ia menyoroti bagaimana Indonesia tampak kesulitan mendominasi jalannya pertandingan, padahal bermain di hadapan pendukung sendiri dengan stadion yang penuh sesak.
Also Read
"Saya menyaksikan langsung laga final kemarin. Menurut pengamatan saya, performa tim nasional masih terasa kurang maksimal. Padahal kita bermain di kandang sendiri dengan dukungan penonton yang luar biasa," ungkap Beto kepada media.
Ia juga menambahkan bahwa lawan yang dihadapi, Thailand, sempat bermain dengan kondisi tidak ideal karena hanya menurunkan 10 pemain. Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk tampil lebih dominan. "Thailand saja bermain dengan 10 pemain, seharusnya kita bisa tampil jauh lebih baik. Kita baru bisa mencetak gol di menit-menit terakhir dan akhirnya menang lewat adu penalti karena keunggulan postur kiper naturalisasi kita," lanjutnya.
Lebih lanjut, Beto menekankan pentingnya kematangan mental dan pengalaman bagi para pemain. Mengingat saat ini banyak pemain Timnas yang berkarier di liga-liga Eropa atau kompetisi dengan level persaingan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Liga Indonesia maupun Liga Thailand, ia berharap mereka bisa lebih tenang dalam mengontrol ritme permainan.
"Pemain kita harus bermain lebih dewasa. Kita memiliki banyak pemain berpengalaman yang terbiasa berkompetisi di liga yang levelnya jauh di atas. Seharusnya, mengontrol pertandingan seperti ini bisa menjadi hal yang lebih mudah bagi mereka," tegas Beto.
Meski memberikan kritik, Beto menyadari bahwa kemenangan ini sangat krusial untuk membangun kembali kepercayaan diri publik terhadap sepak bola nasional. Selama ini, masyarakat sering kali merasa ragu dengan konsistensi performa Timnas. Dengan gelar juara ini, ia berharap dukungan masyarakat akan semakin masif dan apresiasi terhadap tim akan terus meningkat di turnamen-turnamen mendatang.
Kemenangan di FIFA ASEAN Cup 2026 ini memang menjadi tonggak sejarah baru. Sejak terakhir kali meraih medali emas SEA Games pada tahun 1991, Indonesia memang sangat merindukan trofi juara. Namun, bagi Beto, gelar ini hanyalah awal dari perjalanan panjang untuk benar-benar menjadi kekuatan dominan di Asia.




