portalbatang.id – Laga sengit yang mempertemukan Isenmulang FC melawan raksasa sepak bola Jawa Barat, Persib Bandung, berakhir dengan hasil yang cukup pahit bagi tim tamu. Dalam pertandingan yang berlangsung penuh intensitas tersebut, Isenmulang FC harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 0-4. Meski hasil ini terasa menyakitkan, sang pelatih justru melihat sisi lain dari kekalahan tersebut.
Mundari Karya, juru taktik senior Isenmulang FC, memberikan evaluasi mendalam usai peluit panjang dibunyikan. Pelatih berusia 66 tahun tersebut mengakui bahwa menghadapi tim sekaliber Persib Bandung bukanlah perkara mudah. Menurutnya, bertanding melawan skuad dengan kualitas pemain kelas atas memerlukan lebih dari sekadar mentalitas dan kepercayaan diri yang tinggi.

"Saya sudah sampaikan sejak awal, bermain melawan tim terbaik dengan deretan pemain terbaik itu tidak cukup hanya dengan modal kepercayaan diri. Sejujurnya, kami datang dengan keyakinan besar bahwa kami mampu mencuri poin di laga ini. Namun kenyataannya, hari ini kami harus menerima hukuman atas kesalahan kami sendiri," ungkap Mundari dengan nada kecewa namun tetap tenang saat memberikan keterangan kepada media.
Also Read
Mundari menyoroti titik lemah yang menjadi penyebab utama kegagalan timnya dalam membendung serangan Persib. Ia menilai, lini tengah Isenmulang FC menjadi titik rapuh yang dieksploitasi habis-habisan oleh pemain lawan. Banyaknya kesalahan operan dan hilangnya penguasaan bola di area tengah lapangan memberikan ruang gerak yang sangat luas bagi Persib untuk membangun serangan.
"Terjadi banyak kesalahan fatal yang dilakukan oleh para pemain, terutama saat mereka berduel di lapangan tengah. Akibatnya, permainan kami menjadi sangat terbuka dan memberikan banyak peluang emas bagi Persib untuk mencetak gol," jelasnya lebih lanjut.
Menariknya, Mundari justru merasa timnya masih beruntung hanya kebobolan empat gol. Ia menilai, jika melihat statistik peluang dan dominasi permainan, skor tersebut seharusnya bisa jauh lebih besar. Tim asuhan Igor Tolic ini dianggap sangat berbahaya, terutama saat mereka mampu melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
"Terus terang, kami merasa beruntung hanya kalah 4-0. Terutama di babak pertama, mereka menciptakan begitu banyak peluang. Setiap kali kami melakukan kesalahan atau kehilangan bola di tengah, mereka langsung menghukum kami," tambah Mundari.
Ia menjelaskan bahwa kesalahan di lini tengah tersebut secara otomatis memicu serangan balik cepat atau fast break yang langsung mengarah ke jantung pertahanan Isenmulang FC. Situasi ini membuat lini belakang timnya kewalahan menghadapi kecepatan pemain Persib. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Isenmulang FC untuk memperbaiki koordinasi di lini tengah agar tidak lagi memberikan celah bagi lawan di pertandingan mendatang.




