Kekalahan Memalukan Garudayaksa di Bali

Author Image

Dewi Laksmi

22 Oktober 2026, 11:06 WIB

portalbatang.id – Nasib malang harus dialami oleh Garudayaksa FC dalam lanjutan pekan keenam BRI Super League musim 2026/2027. Tim yang baru saja naik kasta ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini harus menelan pil pahit setelah dihancurkan tanpa perlawanan berarti oleh tuan rumah Bali United. Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Rabu (21/10/2026), skuat asuhan Milos Joksic tersebut harus pulang dengan kepala tertunduk setelah dibantai dengan skor telak 0-5.

Hasil ini menjadi tamparan keras bagi Garudayaksa FC. Pasalnya, sebelum laga ini berlangsung, tim sempat memiliki modal kepercayaan diri yang cukup tinggi setelah berhasil meraih kemenangan perdana mereka saat menundukkan Arema FC dengan skor 3-1. Namun, euforia kemenangan tersebut seolah menguap begitu saja saat mereka berhadapan dengan kekuatan Bali United di kandang lawan.

Kekalahan Memalukan Garudayaksa di Bali
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Sepanjang pertandingan, skuat yang diperkuat oleh Sidik Saimima dkk ini tampak kehilangan arah. Masalah utama muncul pada babak kedua, di mana intensitas permainan mereka merosot tajam. Garudayaksa terlihat kesulitan mengimbangi tempo permainan Bali United yang sangat agresif, sehingga pertahanan mereka menjadi sangat rapuh dan mudah ditembus.

Pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya usai peluit panjang dibunyikan. Pelatih asal Serbia tersebut secara terang-terangan mengungkapkan rasa malu atas performa anak asuhnya yang dianggap sangat jauh dari standar yang diharapkan. Menurutnya, skor mencolok tersebut merupakan akibat dari hilangnya fokus dan semangat juang pemain di lapangan.

"Sejujurnya, saya merasa sangat kecewa dan sangat malu. Skor ini terlalu besar bagi kami," ungkap Milos dengan nada getir. Ia menjelaskan bahwa masalah utama terletak pada stamina pemain yang merosot drastis setelah jeda babak pertama. "Kami kehilangan energi di babak kedua, kami tidak bisa lagi berlari. Kami berhenti bertarung, berhenti berlari, dan akhirnya hasilnya menjadi seperti ini," tambahnya.

Kondisi ini diperparah dengan pengakuan dari penjaga gawang Garudayaksa, Dominik Holec. Kiper asal Slovakia tersebut menilai bahwa kebobolan gol kedua menjadi momen krusial yang meruntuhkan mentalitas seluruh pemain di lapangan. Ia menekankan pentingnya evaluasi diri agar kegagalan serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Kini, Milos Joksic memiliki tugas berat yang harus segera diselesaikan. Garudayaksa FC tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan, karena mereka sudah dijadwalkan untuk menghadapi juara bertahan, Persib Bandung, pada laga berikutnya. Milos menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memulihkan kondisi psikologis para pemain sebelum menyentuh aspek fisik.

"Pertama-tama saya harus memulihkan psikologis tim, baru kemudian memulihkan fisik. Saya akan berusaha sebaik mungkin agar kami bisa menunjukkan wajah yang jauh lebih baik dibanding hari ini," tegas Milos. Jika tidak segera melakukan perbaikan mental dan konsentrasi, misi Garudayaksa untuk mencuri poin dari Persib Bandung akan menjadi tugas yang mustahil untuk dicapai.

Related Post