Jakarta, Portal Batang ID – Sebuah lukisan hasil karya tangan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi pusat perhatian dalam sebuah lelang amal yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat. Acara peringatan Imlek yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (18/2) itu menyaksikan pertarungan sengit antara dua konglomerat papan atas Indonesia, Low Tuck Kwong dan Hermanto Tanoko, memperebutkan mahakarya tersebut.
Lelang lukisan bertajuk ‘Kuat dan Energik Laksana Kuda Api’ ini dipandu oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ossy Dermawan. Suasana lelang memanas sejak dibuka dengan harga awal Rp200 juta. Angka penawaran melesat cepat, dari Rp300 juta, Rp400 juta, Rp500 juta, hingga Rp700 juta. Bahkan, selebriti sekaligus host podcast, Deddy Corbuzier, turut memanaskan suasana dengan menawar Rp1 miliar untuk lukisan berukuran 130 x 80 sentimeter itu.

Namun, persaingan sesungguhnya baru dimulai ketika Hermanto Tanoko, pendiri dan pemilik PT Avia Avian Tbk (Avian Brands), langsung melayangkan tawaran fantastis sebesar Rp2 miliar. Tak butuh waktu lama, Low Tuck Kwong, yang baru-baru ini dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya kedua di Indonesia, membalas dengan tawaran Rp3 miliar melalui Direktur Bayan Resources, Alexander Ery Wibowo, yang hadir mewakilinya.
Pertarungan semakin memanas. Hermanto kembali menaikkan tawaran menjadi Rp3,8 miliar, yang segera dibalas Low dengan Rp4,8 miliar. Hermanto tak mau kalah, langsung melayangkan tawaran Rp5 miliar. Sorak sorai tamu undangan menyemarakkan persaingan sengit ini. Low kembali menawar Rp5,5 miliar, disusul Hermanto yang tak gentar dengan tawaran Rp6 miliar.
Akhirnya, Low Tuck Kwong mengakhiri drama lelang ini dengan penawaran tertinggi Rp6,5 miliar, berhasil membawa pulang lukisan berharga tersebut. "Rp6,5 miliar. Oke. Tentunya Rp6,5 miliar. Saya hitung mundur. Sekali lagi semua dana ini akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat prasejahtera, utamanya kaum Tionghoa. Rp6,5 miliar dari Dato Low dari Bayan Resources. 3, 2, 1, kita tutup. Congratulations Dato Low," ujar Ossy Dermawan mengumumkan pemenang lelang.
Menurut data Forbes yang dirilis pada Jumat (20/2), Low Tuck Kwong menempati posisi orang terkaya kedua di Indonesia, dengan total kekayaan mencapai US$20,4 miliar atau setara Rp345,52 triliun. Kekayaannya sebagian besar berasal dari gurita bisnis tambang batu bara yang dikelolanya melalui Bayan Resources.
Sementara itu, Hermanto Tanoko, yang berada di peringkat ke-16 orang terkaya di Indonesia, memiliki estimasi kekayaan sebesar US$3,7 miliar atau sekitar Rp62,67 triliun. Sumber kekayaannya meliputi bisnis cat Avian Brands yang mendunia, serta investasi di sektor properti dan manufaktur. Dana hasil lelang ini seluruhnya akan didonasikan untuk bantuan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat Tionghoa yang prasejahtera.