Lindungi Pemain Garuda dari Perundungan

Author Image

Dewi Laksmi

9 Oktober 2026, 21:06 WIB

portalbatang.id – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya angkat bicara mengenai fenomena negatif yang kerap menghantui para pemain sepak bola nasional. Ia memberikan peringatan keras kepada masyarakat Indonesia, terutama para pengguna media sosial, agar tidak mengubah kritik membangun menjadi aksi perundungan atau bullying terhadap para pemain.

Herdman menyoroti bagaimana tekanan dari netizen seringkali melampaui batas kewajaran. Menurutnya, meskipun ekspektasi publik terhadap performa Timnas Indonesia sangatlah tinggi, hal tersebut tidak boleh dijadikan pembenaran untuk menyerang mental pemain secara personal. Ia menekankan bahwa setiap pemain yang turun ke lapangan telah membawa beban tanggung jawab yang besar demi kehormatan bangsa.

Lindungi Pemain Garuda dari Perundungan
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

"Saya melihat anak-anak ini memberikan yang terbaik. Mereka mencoba dan sangat bangga mewakili Garuda," ujar Herdman dalam sebuah kesempatan wawancara. Ia menegaskan bahwa rasa bangga para pemain saat mengenakan seragam Merah Putih adalah sesuatu yang sangat sakral, sehingga dukungan moral sangat dibutuhkan agar mereka bisa terus berkembang.

Lebih lanjut, Herdman mengaku sempat terkejut dengan besarnya tekanan psikologis yang dialami pemain akibat komentar pedas di dunia maya. Ia menilai, jika budaya perundungan ini terus dibiarkan, tanggung jawab untuk membela negara justru akan terasa semakin berat dan membebani mental para atlet.

Dalam sebuah refleksi mendalam, Herdman meminta masyarakat untuk bersikap realistis dalam melihat perkembangan sepak bola tanah air. Ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam fase pembangunan kekuatan sepak bola nasional. Oleh karena itu, tidak adil jika performa tim nasional langsung dibandingkan dengan negara-negara raksasa dunia.

"Kita bukan Brasil, Spanyol, atau Prancis. Kita adalah Indonesia. Kita sedang bekerja keras dan terus mencari jalan untuk mencapai puncak," tegasnya. Pesan ini bertujuan agar publik memberikan ruang dan waktu bagi proses transisi serta pertumbuhan kualitas pemain Indonesia.

Selain itu, Herdman juga memberikan apresiasi tinggi kepada mayoritas suporter yang selalu hadir di stadion dengan semangat positif. Ia mencatat bahwa dukungan langsung di tribun seringkali sangat luar biasa dan menjadi energi tambahan bagi tim. Ia berharap perilaku segelintir orang yang gemar menghujat di media sosial tidak mencerminkan wajah asli pendukung sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Ia juga mengajak media massa dan para pemengaruh (influencer) di ruang publik untuk tidak memperkeruh suasana dengan memperbesar budaya perundungan. Herdman menutup pesannya dengan ajakan untuk fokus pada solusi: dukunglah para pemain yang sedang berjuang di lapangan, berikan mereka kesempatan untuk belajar dari kesalahan, dan jadilah bagian dari kemajuan sepak bola Indonesia, bukan penghambatnya.

Related Post