portalbatang.id – Melvyn Lorenzen langsung mencuri perhatian di pekan perdana BRI Super League 2026/2027. Striker anyar PSS Sleman ini tak butuh waktu lama untuk menunjukkan ketajamannya, langsung mencetak gol pada laga debutnya melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4/9/2026). Masuk di babak kedua, pemain berpaspor Uganda ini segera mengukir namanya di papan skor, meski golnya belum mampu menyelamatkan PSS dari kekalahan tipis 1-2.
Debut yang diwarnai gol tentu menjadi awal yang manis bagi Lorenzen, namun hasil akhir meninggalkan sedikit rasa pahit. "Rasanya sedikit campur aduk. Tentu saja kami menginginkan hasil yang lebih baik. Saya juga menginginkan lebih. Saya berharap setidaknya kami bisa membawa pulang satu poin," ujar Lorenzen mengungkapkan perasaannya. Meski demikian, respons positif dari suporter membuatnya merasa istimewa. "Bagi saya, masuk ke lapangan dan mencetak gol tentu menjadi hal yang bagus. Apalagi saya juga mendapatkan respons yang sangat positif dari para suporter," tambahnya.

Sebagai wajah baru di skuad Super Elja, Lorenzen bertekad membuktikan kualitasnya. Ia ingin menunjukkan kepada para pendukung PSS Sleman apa yang bisa ia berikan di lapangan. "Ketika saya datang ke sebuah tim baru, tentu saja saya selalu berusaha menunjukkan semua kemampuan yang saya miliki. Para suporter belum mengenal saya. Jadi, saya ingin menunjukkan apa yang benar-benar bisa saya lakukan di lapangan," tegasnya. Gol di laga perdana ini menjadi suntikan kepercayaan diri yang berharga.
Also Read
Antusiasme Lorenzen terhadap suporter PSS juga sangat tinggi. Ia mengaku telah melihat berbagai video atmosfer stadion yang dikirimkan para penggemar melalui Instagram dan YouTube. "Jika Anda bisa memulai dengan gol tentu itu selalu bagus untuk kepercayaan diri. Sejak pertama kali saya menandatangani kontrak dengan PSS, banyak suporter yang mengirimi saya video tentang suasana suporter melalui Instagram. Saya melihat video-video tersebut dan berpikir, ‘Ya Tuhan, ini keputusan yang luar biasa’. Saya juga melihat video para suporter di YouTube dan saya yakin atmosfernya akan luar biasa. Saya sangat antusias," tuturnya.
Pemain kelahiran London, 26 November 1994 ini, bukan sosok sembarangan. Ia merupakan bagian dari Timnas Uganda, dengan catatan empat caps dan satu gol sejak debutnya pada 2016. Penampilan terakhirnya bersama Uganda terjadi tahun lalu, termasuk dalam laga uji coba kontra Maroko, di mana ia berhadapan dengan nama-nama besar seperti winger Real Madrid, Brahim Diaz.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Lorenzen saat ini berada di kisaran Rp5,21 miliar. Angka ini pernah menyentuh puncaknya di Rp8,69 miliar pada 2015, saat ia masih memperkuat klub raksasa Jerman, Werder Bremen. Lorenzen sendiri mengawali karier sepak bolanya di Jerman, menimba ilmu di akademi Putlos Youth, Oldenburger SV, hingga Holstein Kiel, sebelum akhirnya bergabung dengan tim cadangan Werder Bremen pada 2013 dan promosi ke tim utama dua tahun kemudian.
Perjalanan karier Lorenzen memang terbilang panjang dan penuh warna, melanglang buana di berbagai liga Eropa dan Asia. Setelah dari Werder Bremen, ia sempat membela ADO Den Haag di Belanda dan Karpaty Lviv di Ukraina. Menariknya, Lorenzen bukan nama asing bagi sepak bola Indonesia. Ia pernah berseragam Persela Lamongan pada musim 2020/2021, sebelum melanjutkan petualangan ke Irlandia bersama Sligo Rovers. Kemudian kembali ke Jerman untuk Wormatia Worms pada 2022, lalu hijrah ke Thailand membela Muangthong United, Nakhon Ratchasima FC, dan BG Pathum United. Pengalaman segudang ini menjadikan Lorenzen pemain yang fleksibel dan diharapkan menjadi motor serangan PSS Sleman di musim ini.




