portalbatang.id – Kemenangan fantastis yang diraih Timnas Malaysia dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 menyisakan rasa pahit bagi para pemainnya. Meski berhasil membantai Singapura dengan skor mencolok 6-0, hasil tersebut ternyata belum mampu mengantarkan Harimau Malaya melangkah ke partai puncak turnamen bergengsi tersebut.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Kamis (1/10/2026) malam, memperlihatkan dominasi total Malaysia atas rival serumpun mereka. Skuad asuhan Malaysia tampil sangat agresif sejak peluit pertama dibunyikan, menunjukkan kelas mereka sebagai salah satu kekuatan di Asia Tenggara.

Namun, kegembiraan atas pesta gol tersebut seketika sirna saat hasil akhir klasemen grup diumumkan. Malaysia harus rela menelan pil pahit karena kalah dalam perhitungan selisih gol dengan Timnas Indonesia. Hal inilah yang memicu kekecewaan mendalam, terutama bagi pemain senior Malaysia, Daniel Ting.
Also Read
Bek andalan Malaysia tersebut mengungkapkan bahwa secara performa, timnya telah memberikan segalanya di lapangan. Menurutnya, kemenangan dengan margin enam gol melawan rival seperti Singapura seharusnya menjadi modal yang sangat kuat untuk melaju ke babak final.
"Ya, saya rasa ini adalah penampilan yang sangat kuat dari kami. Tentu saja, ini adalah pertandingan yang sangat bagus untuk kami menangkan. Mencetak skor yang sangat besar melawan rival besar adalah pencapaian yang membanggakan," ujar Daniel Ting dengan nada bicara yang masih menyiratkan rasa bangga sekaligus sedih.
Meski demikian, Daniel tidak bisa menyembunyikan rasa sesalnya karena perjuangan keras mereka di lapangan hijau harus berakhir dengan kegagalan. Ia mengaku sangat terpukul saat menyadari bahwa kemenangan telak tersebut tidak cukup untuk mengubah nasib tim di klasemen akhir.
"Tentu saja sangat mengecewakan saat kami mengetahui bahwa pada akhirnya kami tidak bisa berhasil lolos ke final," imbuhnya.
Menariknya, pemain bertahan berusia 33 tahun yang merumput di klub Ratchaburi FC ini mengaku tidak terlalu mendalami kerumitan perhitungan matematis mengenai selisih gol yang terjadi di grup tersebut. Fokus utamanya selama berada di lapangan hanyalah memberikan performa terbaik bagi negara.
"Saya tidak terlalu tahu banyak tentang perhitungan itu. Fokus kami hanyalah pada pertandingan yang sedang kami jalani. Dengan menang 6-0, saya sempat berpikir bahwa hasil itu sudah lebih dari cukup untuk membawa kami lolos," cetusnya.
Dalam laga tersebut, Malaysia memang tampil beringas. Bintang lapangan, Bergson, menjadi pahlawan dengan mencetak hattrick pada menit ke-8, 62′, dan tambahan waktu 90’+2. Tiga gol lainnya diselesaikan dengan apik oleh Styatt Wilkin (26′), Paulo Josue (76′), dan Syahir Bashah (87′). Sayangnya, pesta gol ini hanya menjadi penghibur di tengah kegagalan mereka mengamankan tiket final.




