portalbatang.id – Kondisi PSIM Yogyakarta saat ini sedang berada di titik nadir. Menghadapi lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2026/2027, tim berjuluk Laskar Mataram ini tengah berjuang keras untuk sekadar keluar dari zona merah degradasi. Fokus utama mereka saat ini adalah meraih kemenangan perdana musim ini dalam laga krusial melawan Isenmulang Kalteng FC.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Sabtu (24/10/2026) sore WIB tersebut, menjadi ujian berat bagi mentalitas para pemain. PSIM tidak hanya berhadapan dengan lawan yang tangguh, tetapi juga harus melawan keterbatasan skuad yang mereka miliki akibat badai cedera dan hukuman kartu.

Caretaker pelatih PSIM Yogyakarta, Guntur Cahyo Utomo, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar timnya saat ini bukan sekadar taktik di lapangan, melainkan bagaimana menjaga kondisi fisik dan mental pemain di tengah jadwal yang sangat padat. Menurutnya, pemulihan (recovery) menjadi kunci utama agar pemain bisa tampil maksimal.
Also Read
"Fokus utama kami adalah waktu pemulihan. Jadwal pertandingan yang sangat rapat dan jarak antar laga yang begitu dekat menuntut pemain untuk segera beristirahat. Apalagi kondisi tim saat ini belum sepenuhnya stabil," ujar Guntur dalam sesi konferensi pers, Jumat (23/10/2026). Ia menambahkan bahwa target tunggal tim adalah mengamankan tiga poin penuh untuk memutus tren negatif.
Kabar buruk datang dari lini tengah. PSIM dipastikan tampil tanpa kehadiran Ze Valente yang harus menepi akibat kartu merah. Selain absennya sang gelandang, beberapa pemain inti lainnya juga dilaporkan mengalami cedera, yang membuat pilihan taktik Guntur menjadi sangat terbatas. Meski demikian, ia optimis para pemain cadangan memiliki motivasi tinggi untuk membuktikan kualitas mereka.
"Kehilangan pemain tentu bukan hal yang baik, tetapi kami telah menyiapkan pengganti yang siap menambal lubang tersebut. Kami percaya pemain yang masuk akan membawa komitmen dan motivasi lebih besar untuk membantu tim," tegas mantan Direktur Akademi PSS Sleman tersebut.
Situasi PSIM memang sedang tidak baik-baik saja. Berdasarkan catatan statistik, Laskar Mataram telah menelan lima kekalahan beruntun dari enam laga awal musim ini. Kekalahan terakhir dari Bhayangkara FC di Lampung membuat mereka terpuruk di posisi ke-17 klasemen sementara dengan hanya mengantongi satu poin.
Namun, Guntur menegaskan bahwa suasana di ruang ganti mulai membaik. Ia melihat adanya percikan semangat yang kembali muncul di mata para pemain setelah evaluasi mendalam dilakukan selama beberapa hari terakhir. "Komitmen mereka sudah kembali, keyakinan mulai pulih. Ini adalah momentum bagi kami untuk bekerja lebih keras demi meraih kemenangan," pungkasnya.




