Misi Bangkit Super Elja di Tengah Badai

Author Image

Dewi Laksmi

27 September 2026, 07:39 WIB

portalbatang.id – Kondisi tidak ideal tengah menyelimuti kubu PSS Sleman dalam mengarungi kompetisi BRI Super League musim 2026/2027. Setelah harus menelan tiga kekalahan beruntun dalam tiga pertandingan awal, tim berjuluk Super Elja ini tidak ingin terjebak dalam euforia kesedihan yang berkepanjangan. Alih-alih menikmati masa jeda FIFA Matchday dengan bersantai, skuad asuhan Pieter Huistra justru memilih untuk langsung tancap gas melakukan evaluasi total.

Rentetan hasil buruk tersebut menjadi pukulan telak bagi mentalitas tim. PSS Sleman sebelumnya harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor tipis 1-2, sebelum akhirnya digilas Madura United dengan skor 1-3. Penderitaan mereka belum berakhir karena pada laga berikutnya, mereka kembali tumbang 1-2 saat berhadapan dengan Dewa United. Akibat tren negatif ini, PSS terdampar di posisi ke-15 klasemen sementara tanpa raihan poin sama sekali. Statistik menunjukkan lini pertahanan mereka cukup rapuh dengan tujuh gol yang bersarang di gawang, sementara lini serang baru mampu menyumbang tiga gol.

Misi Bangkit Super Elja di Tengah Badai
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Menyadari urgensi situasi tersebut, pelatih Pieter Huistra mengambil langkah tegas dengan memangkas waktu istirahat para pemainnya. Jika tim lain mungkin menikmati libur panjang, Cleberson dan kawan-kawan hanya diberikan waktu jeda selama dua hari setelah laga kontra Dewa United pada Minggu (20/9/2026) lalu.

"Para pemain tampak sangat fokus dan tidak terpengaruh oleh hasil sebelumnya. Kami memutuskan untuk memulai latihan lebih awal. Sebagian besar tim lain mungkin memiliki waktu libur satu pekan, namun kami memilih hanya dua hari agar bisa segera kembali bekerja. Kami sudah kembali ke lapangan sejak Rabu kemarin," ungkap Huistra pada Sabtu (26/9/2026).

Jeda FIFA Matchday yang berlangsung selama tiga pekan ini dipandang sebagai momentum emas bagi Laskar Sembada. Huistra ingin memanfaatkan waktu ini untuk membenahi kondisi fisik pemain sekaligus memperdalam pemahaman taktik. Ia menyadari bahwa beberapa pemain baru bergabung dalam pramusim dengan durasi yang sangat singkat, sehingga adaptasi terhadap gaya permainan tim masih perlu ditingkatkan.

Meski sedang berada di titik nadir klasemen, Huistra menegaskan bahwa kepercayaan dirinya terhadap kualitas skuadnya tidak luntur. Ia berargumen bahwa tiga lawan yang dihadapi di awal musim merupakan tim-tim papan atas yang memiliki kekuatan besar. Menurutnya, secara performa di lapangan, timnya sebenarnya tidak tampil terlalu buruk meski hasil akhirnya mengecewakan.

Kini, mata seluruh pendukung PSS Sleman tertuju pada laga berikutnya pada 11 Oktober 2026. Super Elja dijadwalkan menjamu PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian pembuktian apakah kerja keras selama masa jeda ini mampu membawa mereka keluar dari zona merah. Huistra optimis bahwa perjalanan musim ini masih sangat panjang dan timnya memiliki kapasitas untuk bangkit serta bersaing di papan atas.

Related Post