portalbatang.id – Bek tangguh asal Jepang, Yusaku Yamadera, kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengisi posisi utama dalam susunan pemain starting XI PSIM Yogyakarta. Kepercayaan ini muncul menjelang laga krusial pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 saat Laskar Mataram dijadwalkan menantang Isenmulang FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (24/10/2026) sore WIB.
Kembalinya pemain berusia 29 tahun ini menjadi angin segar bagi lini pertahanan tim berjuluk Laskar Mataram. Sebelumnya, Yamadera sempat kehilangan tempat di skema utama saat PSIM masih berada di bawah asuhan pelatih Jean-Paul van Gastel. Ia baru kembali mencicipi atmosfer pertandingan pada pekan kelima saat menghadapi PSM Makassar, namun saat itu ia hanya turun sebagai pemain pengganti.

Baru pada pekan keenam saat berhadapan dengan Bhayangkara FC, Yamadera akhirnya kembali masuk dalam daftar starter. Meski demikian, laga tersebut berakhir dengan kekecewaan bagi PSIM setelah harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari tuan rumah. Namun, pengalaman bermain sebagai starter tersebut menjadi modal berharga bagi pemain bertahan ini.
Also Read
"Laga terakhir adalah momen pertama kalinya saya bermain sebagai starting eleven musim ini. Saya mulai merasakan kembali ritme dan perasaan saat berada di dalam pertandingan," ungkap Yamadera dalam sesi konferensi pers menjelang laga, Jumat (23/10/2026). Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini hanyalah beradaptasi dengan intensitas pertandingan dan mengamankan tiga poin penuh.
Tantangan besar menanti PSIM Yogyakarta karena jadwal pertandingan yang sangat padat. Setelah melakoni laga tandang yang menguras fisik di markas Bhayangkara FC, Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, skuad Laskar Mataram harus segera bertolak ke Bali tanpa jeda waktu yang cukup untuk pemulihan.
"Setelah pertandingan melawan Bhayangkara, kami langsung berangkat ke Bali. Sebenarnya kami hampir tidak memiliki waktu untuk melakukan persiapan maupun pemulihan fisik," tambah pemain yang dikenal disiplin ini.
Kondisi pertandingan kali ini juga cukup unik. Laga yang seharusnya digelar di markas Isenmulang FC, Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, terpaksa dipindahkan ke Bali akibat dampak asap kebakaran hutan yang menyelimuti Kalimantan Tengah. Menurut Yamadera, situasi ini juga dialami oleh tim lawan, sehingga tidak ada alasan bagi kedua tim untuk tidak tampil maksimal.
Bagi PSIM Yogyakarta, laga ini adalah misi hidup mati. Hingga pekan keenam, Laskar Mataram masih kesulitan mengamankan kemenangan dan masih tertahan di zona degradasi. Saat ini, mereka menduduki peringkat ke-17 klasemen sementara BRI Super League dengan raihan baru satu poin. Menghadapi Isenmulang FC menjadi kesempatan emas bagi Franco Ramos dan kolega untuk memutus rantai hasil negatif dan mulai merangkak naik di papan klasemen.




