portalbatang.id – Sepak bola Pakistan selama ini dikenal sebagai tim yang jauh dari kata kompetitif di kancah internasional. Negara yang saat ini menduduki peringkat 198 dunia tersebut bahkan sempat mengalami masa-masa kelam akibat sanksi berulang kali dari FIFA. Namun, sebuah babak baru mulai terlihat sejak kedatangan sosok legenda sepak bola asal Peru, Nolberto Solano, yang resmi menjabat sebagai pelatih kepala pada tahun 2025.
Solano datang bukan sekadar untuk menjalankan tugas, melainkan membawa ambisi yang dianggap mustahil oleh banyak pihak. Ia memiliki mimpi besar untuk membawa Timnas Pakistan menembus ajang bergengsi Piala Asia, bahkan hingga melangkah ke putaran final Piala Dunia.

"Ini memang tantangan yang sangat besar. Saat ini, kondisi tim sudah mulai menunjukkan perbaikan. Harapan dan target kami adalah, ketika kami mulai menjalani pertandingan kualifikasi tahun depan, kami bisa lolos ke Piala Asia," ujar Solano dalam sebuah kesempatan pada Rabu (30/9/2026).
Also Read
Meski target tersebut terdengar sangat ambisius bagi negara dengan peringkat rendah, Solano tetap optimis. Baginya, tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia sepak bola selama ada kemauan untuk bermimpi. "Setelah itu, Piala Dunia? Mengapa tidak? Bermimpi itu gratis, dan dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi," tambahnya dengan penuh keyakinan.
Namun, perjalanan Solano tidak akan mudah. Ia harus menghadapi realitas pahit mengenai kondisi sepak bola di negaranya. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah belum adanya liga sepak bola profesional yang mapan di Pakistan. Hal ini sangat kontras jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia seperti Malaysia, Filipina, atau Vietnam yang sudah memiliki ekosistem sepak bola profesional yang sangat terorganisir.
Ketiadaan kompetisi domestik yang berkualitas membuat Solano kesulitan dalam memantau bakat-bakat lokal secara rutin. Kondisi ini juga membuat para pemain muda berbakat di dalam negeri merasa frustrasi karena tidak memiliki wadah untuk mengembangkan karier secara profesional.
Untuk menutupi celah kualitas tersebut, Solano mengambil langkah strategis dengan mengandalkan kekuatan pemain diaspora. Ia mulai memanggil pemain-pemain keturunan Pakistan yang berkarier di kompetisi luar negeri, mulai dari wilayah Skandinavia hingga Inggris.
"Kami harus merekrut pemain dari luar negeri agar bisa lebih kompetitif. Berdasarkan pembicaraan saya dengan para pemain lokal, kualitas kompetisi di sini saja belum cukup memadai untuk membentuk pemain kelas dunia," jelas Solano.
Langkah berani Solano ini menjadi ujian pertama bagi masa depan sepak bola Pakistan. Jika ia berhasil membawa Pakistan bersaing di level Asia, maka itu akan menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola di negara tersebut, sekaligus membuktikan bahwa dengan manajemen yang tepat, peringkat dunia bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.




