portalbatang.id – Harapan para pecinta sepak bola tanah air untuk melihat sosok penyerang tajam baru di lini depan Timnas Indonesia kini tengah dibayangi keraguan. Nama Dean Zandbergen, striker andalan Dinamo Bucuresti yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Rumania, mendadak menjadi perbincangan hangat. Meski memiliki darah Indonesia, peluang pemain kelahiran Belanda ini untuk mengenakan seragam Garuda ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
Persoalan utama yang menyelimuti masa depan Zandbergen bukanlah soal kemampuan teknis di lapangan hijau, melainkan masalah administratif terkait silsilah keluarga. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa garis keturunan Indonesia yang dimiliki Zandbergen berasal dari generasi yang sudah terlalu jauh, yakni generasi keempat atau buyut. Hal ini memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola mengenai kelayakan sang pemain untuk menjalani proses naturalisasi.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, memberikan penjelasan mendalam. Dalam sebuah kesempatan diskusi, ia mengungkapkan bahwa data yang tersedia memang menunjukkan adanya kendala pada jarak generasi keturunan tersebut. Menurutnya, perdebatan di media sosial mengenai ketidaklayakan Zandbergen karena faktor generasi keempat memiliki dasar yang kuat jika ditinjau dari aturan yang berlaku.
Also Read
Noor menekankan bahwa setiap pengajuan naturalisasi harus melewati proses verifikasi yang sangat ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa calon pemain memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Pemeriksaan ini menjadi krusial agar setiap pengajuan yang masuk ke Kementerian Hukum memiliki landasan hukum yang kokoh dan tidak bermasalah di kemudian hari.
Lebih lanjut, ia menjelaskan adanya perbedaan mendasar antara hukum nasional dan aturan internasional. Meskipun seseorang mungkin memenuhi syarat untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, hal itu belum tentu menjamin mereka bisa membela tim nasional.
"Jika diajukan kepada kami, secara undang-undang kewarganegaraan mungkin lolos, tetapi jika secara statuta FIFA tidak lolos, maka hasilnya akan tetap sama saja," tegas Noor Korompot. Hal ini merujuk pada aturan ketat FIFA yang mengatur tentang hak bermain pemain untuk sebuah negara berdasarkan garis keturunan orang tua atau kakek-nenek.
Dean Zandbergen sendiri merupakan pemain berbakat yang lahir di Zoetermeer, Belanda, pada 5 September 2001. Penyerang berusia 25 tahun ini disebut-sebut memiliki akar keluarga dari Depok, Jawa Barat. Di level klub, performanya saat ini tergolong cukup menjanjikan. Musim ini, ia telah membuktikan ketajamannya dengan mengemas dua gol dan satu assist hanya dari enam penampilan bersama Dinamo Bucuresti di Liga Rumania.
Kini, publik sepak bola Indonesia hanya bisa menunggu apakah ada keajaiban administratif atau bukti silsilah baru yang dapat membuka jalan bagi sang bomber untuk memperkuat skuad Garuda di kancah internasional.




