portalbatang.id – Ekspektasi tinggi yang disematkan kepada Mariano Peralta kini mulai memicu tanda tanya besar di kalangan pendukung Persib Bandung. Pemain sayap asal Argentina ini datang ke Kota Kembang dengan reputasi mentereng sebagai pemain terbaik BRI Super League musim 2025/2026. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan performa yang jauh dari ekspektasi, terutama dalam kompetisi domestik.
Peralta sebelumnya menjadi sosok kunci saat membela Borneo FC Samarinda. Musim lalu, ia tampil sangat dominan dengan torehan 20 gol dan 14 assist dari 34 pertandingan, yang sekaligus mengantarkan tim berjuluk Pesut Etam tersebut menjadi runner-up. Namun, sejak bergabung dengan Persib, pesona sang pemain seolah memudar. Ia bahkan sempat dikabarkan hampir merapat ke rival abadi, Persija Jakarta, sebelum akhirnya memutuskan berlabuh ke Bandung.

Kekecewaan pendukung Persib semakin memuncak setelah laga pekan keenam melawan Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Kamis (22/10/2026) malam WIB. Dalam laga tersebut, Persib harus menelan kekalahan tipis 0-1. Ironisnya, kekalahan ini dipicu oleh kesalahan fatal yang dilakukan oleh Peralta.
Also Read
Pemain yang masuk menggantikan Luka Menalo pada babak kedua tersebut melakukan blunder saat mencoba mengolah bola di lini pertahanan. Umpan yang ia lepaskan berhasil dipotong oleh pemain lawan, yang kemudian berujung pada gol kemenangan Madura United melalui aksi Dimitar Mitkov pada menit ke-89. Statistik mencatat bahwa selama 45 menit lebih bermain, kontribusi Peralta sangat minim, hanya mencatatkan satu peluang, satu dribel sukses, dan satu tembakan yang melenceng dari sasaran.
Jika menilik statistik musim ini, kontribusi Peralta di BRI Super League sangat kontras dengan musim sebelumnya. Dalam enam laga awal musim ini, ia baru mampu menyumbangkan satu assist dan belum mencetak satu gol pun. Hal ini sangat berbeda dengan performanya saat bersama Borneo FC di periode yang sama musim lalu, di mana ia sukses mengemas empat gol dan dua assist dalam enam pertandingan awal.
Meski tampak kesulitan di kompetisi liga, Peralta sebenarnya masih menunjukkan taringnya di kancah internasional. Dalam tiga penampilan Persib di ajang AFC Champions League (ACL) Two dan ASEAN Club Championship (ACC), ia berhasil menyumbangkan dua gol dan satu assist. Beban jadwal yang padat karena Persib harus bertarung di tiga kompetisi sekaligus diduga menjadi salah satu faktor yang membuat performa domestik sang pemain menurun. Kini, publik menanti apakah sang bintang akan segera kembali ke performa terbaiknya atau justru terus tenggelam dalam krisis kepercayaan diri.




