portalbatang.id – Dunia sepak bola tanah air tengah menyoroti kondisi mental gelandang andalan Timnas Indonesia, Thom Haye, pasca insiden kartu merah yang dialaminya dalam laga krusial melawan Malaysia. Insiden tersebut terjadi saat laga imbang tanpa gol 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (28/9/2026) lalu.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya buka suara mengenai situasi yang menimpa pemain berusia 31 tahun tersebut. Dalam sesi latihan resmi di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, pada Rabu (30/9/2026), Herdman memberikan penjelasan mendalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lapangan dan bagaimana kondisi psikologis Haye saat ini.

Menurut Herdman, kejadian tersebut merupakan dampak dari semangat juang yang terlalu tinggi dari sang pemain. Ia menyebut Haye sebagai sosok yang memiliki gairah luar biasa terhadap permainan sepak bola, yang terkadang membuatnya mengambil keputusan berisiko di lapangan.
Also Read
"Ya, situasinya memang sulit. Thom adalah pemain yang sangat bersemangat dan penuh gairah dalam bermain. Namun pada akhirnya, dia melakukan pelanggaran," ungkap Herdman kepada awak media.
Insiden kartu merah tersebut bermula ketika Haye melakukan tekel terhadap pemain sayap lincah Malaysia, Arif Aiman. Awalnya, wasit Ko Hyung-jin hanya memberikan kartu kuning kepada Haye. Namun, setelah melalui proses peninjauan Video Assistant Referee (VAR), keputusan tersebut berubah drastis menjadi kartu merah langsung.
Herdman menjelaskan bahwa masalah utama terletak pada momentum tekel yang sedikit terlambat. Ia juga memberikan catatan kritis mengenai bagaimana teknologi VAR seringkali memberikan persepsi yang berbeda dibandingkan kejadian aslinya di lapangan.
"Dia hanya sedikit terlambat mengenai lawannya. Dan sekali lagi, ketika situasi masuk ke VAR, lalu diputar ulang, dihentikan, lalu diputar lagi, semuanya selalu terlihat jauh lebih buruk daripada kejadian yang sebenarnya di lapangan," tambah Herdman.
Lebih lanjut, sang pelatih menegaskan bahwa tidak ada intensi buruk dari Thom Haye untuk mencederai pemain lawan. Ia mengategorikan tindakan Haye sebagai sebuah technical foul atau pelanggaran taktis yang lazim terjadi dalam pertandingan tingkat tinggi untuk menghentikan serangan lawan.
"Tidak ada niat sedikit pun dari Thom untuk mencederai pemain tersebut. Itu adalah pelanggaran taktis, dan menurut saya, itu adalah tindakan yang masuk akal untuk situasi pertandingan seperti itu," tegasnya.
Meski demikian, konsekuensi dari kartu merah tersebut harus ditelan pahit oleh skuad Garuda. Thom Haye dipastikan akan absen membela Timnas Indonesia dalam laga penentuan terakhir Grup A melawan Bangladesh di SUGBK, Kamis (1/10/2026). Kehilangan Haye tentu menjadi tantangan besar bagi Herdman untuk menyusun strategi demi mengamankan poin maksimal di laga pamungkas tersebut.




