portalbatang.id – Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat, 25 September 2026, berubah menjadi lautan merah putih yang bergelora. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru tumpah ruah, memadati area tersebut untuk menyaksikan laga perdana Timnas Indonesia melawan Singapura dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 melalui layar lebar. Antusiasme yang membara menciptakan atmosfer layaknya stadion, bahkan disebut-sebut tak kalah meriah dari gemuruh Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang menjadi lokasi pertandingan sesungguhnya.
Dukungan tak henti-hentinya mengalir dari para suporter, terutama dengan kehadiran kelompok Ultras Garuda Semarang yang tanpa lelah meneriakkan yel-yel dan menyanyikan chant sepanjang pertandingan. Setiap serangan Timnas Garuda disambut sorak sorai, dan ketegangan terasa di setiap momen krusial. Puncak kegembiraan meledak pada menit ke-13 ketika Ragnar Oratmangoen berhasil membobol gawang Singapura, memanfaatkan umpan silang matang dari Like Vickery. Gol pembuka ini semakin membakar semangat penonton yang hadir.

Kegembiraan kembali memuncak di babak kedua. Pada menit ke-73, Ole Romeny menggandakan keunggulan Timnas Indonesia menjadi 2-0 melalui eksekusi penalti terukur yang tak mampu dihalau kiper Singapura. Momen-momen penting ini, yang disiarkan langsung oleh SCTV, Indosiar, dan Vidio, disaksikan dengan penuh gairah oleh seluruh penonton di halaman kantor gubernur.
Also Read
Di tengah hiruk pikuk dukungan, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut hadir di antara kerumunan. Ia tiba tepat saat babak kedua dimulai dan langsung menyapa masyarakat dengan hangat. "Kita hari ini bersama-sama di sini memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia. Sementara timnas berhasil unggul dari Singapura," ujarnya, disambut tepuk tangan meriah.
Lebih dari sekadar dukungan sepak bola, Ahmad Luthfi juga menyampaikan pesan penting. Ia menegaskan bahwa Kantor Gubernur adalah "Rumah Rakyat". "Ini adalah Kantor Gubernur, rumah gubernur adalah rumah rakyat sehingga siapapun boleh datang dan boleh nonton untuk memberikan suatu motivasi bahwa inilah kebersamaan Provinsi Jawa Tengah," jelasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi semangat kebersamaan dan keterbukaan, menjadikan acara nonton bareng ini sebagai simbol persatuan masyarakat Jawa Tengah dalam mendukung kebanggaan nasional.




