Pemain Lokal Bukti Kualitas Timnas

Author Image

Dewi Laksmi

7 Oktober 2026, 21:39 WIB

portalbatang.id – Keberhasilan Tim Nasional Indonesia dalam menjuarai ajang FIFA ASEAN Cup 2026 telah memicu gelombang optimisme baru di dunia sepak bola tanah air. Prestasi gemilang ini bukan sekadar tentang tambahan trofi di lemari juara, melainkan sebuah pernyataan tegas mengenai kualitas talenta domestik yang selama ini sering dipandang sebelah mata.

Pelatih Persekabpas Pasuruan, Bio Paulin, memberikan apresiasi mendalam terhadap performa para penggawa Garuda. Menurutnya, kesuksesan ini menjadi bukti nyata bahwa pemain lokal memiliki kapasitas yang sangat mumpuni untuk bersaing di level tertinggi, sejajar dengan pemain keturunan yang bermain di klub-klub besar Eropa.

Pemain Lokal Bukti Kualitas Timnas
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Bio secara khusus menyoroti kontribusi vital dua pemain kunci, yakni Egy Maulana Vikri dan Rizky Ridho. Keduanya dianggap sebagai representasi kualitas pemain lokal yang mampu memberikan dampak instan saat diturunkan ke lapangan.

"Jangan pernah meremehkan pemain lokal. Kita punya banyak pemain keturunan yang hebat dan bermain di tim-tim besar, namun pemain lokal kita juga memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk bermain di level tertinggi," ujar Bio kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa keberanian pemain lokal seperti Egy dan Ridho dalam mengambil keputusan di lapangan menjadi faktor penentu kemenangan. Egy dinilai sangat krusial dalam menciptakan peluang gol, terutama saat menghadapi Bangladesh dan Thailand. Sementara itu, Rizky Ridho menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan torehan satu gol dan satu assist sepanjang turnamen berlangsung.

"Kita bisa melihat saat Egy Maulana dan Rizky Ridho masuk ke lapangan, mereka menunjukkan keberanian. Mereka berani membawa bola ke depan dan mengancam lawan. Itulah faktor utama yang membuat tim tetap solid," lanjut mantan pemain Persipura Jayapura tersebut.

Kemenangan Indonesia atas Thailand dalam drama adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin (5/10/2026) malam, terasa sangat emosional. Pencapaian ini sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 35 tahun bagi Timnas Indonesia untuk meraih trofi di level senior, setelah terakhir kali berjaya pada SEA Games 1991.

Meski demikian, Bio Paulin tetap memberikan catatan evaluasi untuk tim asuhan John Herdman. Ia menilai Timnas Indonesia seharusnya bisa tampil jauh lebih dominan dan agresif pada partai final, mengingat lawan bermain dengan 10 orang.

"Strategi yang diterapkan kemarin kurang agresif. Seharusnya mereka bisa lebih menguasai laga, apalagi lawan sudah kekurangan pemain. Ada masalah komunikasi dan pola serangan yang perlu dievaluasi, seperti kebiasaan melakukan crossing yang kurang efektif," pungkas pelatih berusia 42 tahun tersebut.

Related Post