portalbatang.id – Mantan bintang sepak bola dunia, Radja Nainggolan, secara mengejutkan melontarkan pengakuan yang menggetarkan hati para pecinta sepak bola tanah air. Pemain yang pernah merumput di berbagai klub raksasa Eropa ini mengaku sangat menyesal karena tidak pernah memilih untuk membela Timnas Indonesia di masa kejayaan kariernya.
Nainggolan sebenarnya memiliki ikatan darah yang sangat kuat dengan Indonesia. Ayahnya, Marianus Nainggolan, merupakan pria keturunan suku Batak Toba. Namun, di masa lalu, ia lebih memilih untuk mengukuhkan identitasnya sebagai warga negara Belgia dan memperkuat skuad Red Devils. Keputusan tersebut membawanya mencatatkan 30 penampilan bersama tim nasional Belgia selama sembilan tahun, sejak debutnya pada 2009 hingga terakhir kali tampil pada 2018.

Kini, di usianya yang telah menginjak 38 tahun, Nainggolan melihat kembali masa lalunya dengan sudut pandang yang berbeda. Ia menyadari bahwa ada peluang emas yang ia lewatkan jika saja ia memilih untuk mengenakan seragam Garuda. Salah satu hal yang paling membuatnya terpukau adalah fanatisme luar biasa dari para pendukung sepak bola di Indonesia.
Also Read
"Di sana, satu pertandingan melawan tim seperti Vietnam atau Irak bisa dihadiri oleh 70 ribu penonton. Pendukungnya sangat fanatik," ungkap Nainggolan dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Het Nieuwsblad.
Selain atmosfer stadion yang magis, Nainggolan juga menyoroti sisi komersial dan kemewahan yang bisa didapatkan seorang pemain jika menjadi ikon nasional di Indonesia. Ia membandingkan bagaimana pemain internasional yang membela Indonesia bisa mendapatkan sponsor kelas dunia seperti Louis Vuitton, Hublot, hingga Rolex, berkat popularitas yang masif.
Lebih jauh lagi, Nainggolan merasa karier internasionalnya bisa jauh lebih panjang dan melegenda jika ia memilih Indonesia. Jika bersama Belgia ia hanya bermain selama sembilan tahun sebelum akhirnya karier internasionalnya meredup di bawah asuhan Roberto Martinez, ia yakin bisa bertahan jauh lebih lama di Indonesia.
"Saya rasa saya bisa memiliki karier selama 15 tahun sebagai pemain tim nasional Indonesia," tegasnya dengan nada penuh penyesalan.
Ia juga menambahkan bahwa ketenaran yang didapat dari menjadi pahlawan nasional di Indonesia dapat menjadi modal besar untuk masa depan setelah ia pensiun dari lapangan hijau. Baginya, sensasi dan citra sebagai pemain bintang di Indonesia adalah aset yang sangat berharga. Saat ini, Nainggolan tengah menikmati sisa kariernya di klub kasta kedua Liga Belgia, Patro Eisden, sambil terus merenungi keputusan besar yang pernah ia ambil di masa muda.




