portalbatang.id – Menjelang bergulirnya kompetisi Elite Pro Academy (EPA) musim 2026/2027, Akademi PSIM Yogyakarta mengambil langkah preventif guna meminimalisir kesalahan fatal di lapangan. Tim muda Laskar Mataram, yang mencakup kelompok umur U-16, U-18, hingga U-20, menjalani sesi pembekalan intensif mengenai Laws of the Game (LOTG) atau aturan permainan terbaru.
Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Monumen PSSI, Baciro, Yogyakarta, pada Kamis (1/10/2026) sore. Kehadiran jajaran manajemen serta tim pelatih dalam sesi ini menunjukkan komitmen serius klub dalam mempersiapkan mental dan pemahaman regulasi para pemain muda sebelum terjun ke kompetisi resmi yang akan dimulai akhir pekan ini.

Dalam sesi tersebut, PSSI menerjunkan wasit profesional berlisensi FIFA, Fariq Hitaba, sebagai pemateri utama. Sosok Fariq sebelumnya juga telah memberikan pembekalan serupa kepada tim senior PSIM pada Agustus lalu. Hal ini dilakukan agar seluruh jenjang usia di PSIM memiliki standar pemahaman aturan yang seragam.
Also Read
Fariq menjelaskan bahwa materi yang disampaikan merujuk sepenuhnya pada regulasi terbaru yang dikeluarkan oleh IFAB (International Football Association Board) dan telah disosialisasikan secara global oleh FIFA. "Materi LOTG ini sama dengan yang diberikan untuk tim senior karena memang acuan kita semua sama," ungkap Fariq di sela-sela kegiatan.
Salah satu fokus utama dalam pembekalan ini adalah pemahaman mengenai jenis-jenis pelanggaran atau challenges. Para pemain muda diajarkan untuk membedakan antara fair challenge (tekel bersih), reckless (tekel ceroboh), hingga tactical foul (pelanggaran taktis). Pemahaman ini sangat krusial bagi pemain usia dini agar mereka mampu mengambil keputusan cepat di lapangan tanpa mengabaikan aspek keselamatan pemain lain.
Langkah preventif ini menjadi sangat relevan mengingat beberapa insiden keras sempat mewarnai kompetisi kelompok umur di Yogyakarta, seperti pada Piala Soeratin U-13 beberapa waktu lalu. Dengan membekali pemain mengenai batas aman sebuah tekel, diharapkan risiko cedera akibat pelanggaran keras dapat ditekan seminimal mungkin.
Selain masalah pelanggaran, Fariq juga mengupas tuntas aturan mengenai handball, posisi offside, hingga regulasi khusus bagi penjaga gawang. Tidak ketinggalan, aturan mengenai teknis pertandingan seperti jumlah pergantian pemain, prosedur penanganan pemain cedera, hingga tata cara lemparan ke dalam dan tendangan gawang juga menjadi materi penting.
Melalui pembekalan ini, Akademi PSIM Yogyakarta berharap para pemain tidak hanya unggul secara teknis dan fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan dalam memahami hukum permainan. Dengan pemahaman aturan yang mumpuni, diharapkan para talenta muda Laskar Mataram dapat tampil lebih disiplin dan meraih prestasi maksimal pada musim kompetisi 2026/2027 mendatang.




