portalbatang.id – Kekalahan telak yang dialami Isenmulang FC Kalteng FC dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027 menjadi sorotan tajam. Bertandang ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Minggu (1/11/2026), tim tamu harus mengakui keunggulan tuan rumah, Persib Bandung, dengan skor telak 0-4. Hasil ini menjadi pukulan mental yang sangat berat bagi Isenmulang FC yang saat ini tengah berjuang keras untuk menghindari zona degradasi.
Pelatih Isenmulang FC, Mundari Karya, tidak mencoba mencari kambing hitam atau memberikan berbagai alasan klasik atas hasil buruk timnya. Pria berusia 66 tahun tersebut memilih untuk menunjukkan sikap ksatria dengan mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan anak asuhnya di lapangan hijau. Menurutnya, kekalahan tersebut merupakan dampak dari kesalahan kolektif yang dilakukan oleh seluruh elemen tim.

"Ya, ini memang kesalahan kolektif dari seluruh pemain. Namun, pada intinya, pelatihlah yang harus memegang tanggung jawab penuh. Saya yang paling bertanggung jawab atas kekalahan ini," tegas Mundari Karya dengan nada bicara yang lugas.
Also Read
Padahal, sebelum laga ini dimulai, Mundari Karya mengaku memiliki optimisme tinggi untuk membawa pulang poin dari markas Persib Bandung. Keyakinan tersebut muncul karena performa Isenmulang FC yang menunjukkan tren positif pada tiga pertandingan sebelumnya. Namun, harapan untuk mencuri poin justru kandas akibat rentetan kesalahan fatal yang dilakukan pemain, terutama di sektor lini tengah.
Mundari menyoroti bahwa hilangnya kontrol bola di area tengah menjadi celah yang sangat mudah dieksploitasi oleh Persib Bandung. Ia juga memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap perkembangan permainan tim tuan rumah. Menurut pengamatannya, Persib Bandung telah mengalami peningkatan kualitas yang signifikan, terutama dalam hal transisi permainan.
"Ada perubahan nyata dari permainan Persib dibandingkan laga-laga sebelumnya. Mereka sekarang jauh lebih berbahaya saat melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. Begitu kami kehilangan bola di tengah, mereka langsung melakukan serangan balik cepat yang mematikan," jelasnya.
Kekalahan telak ini semakin memperburuk posisi Isenmulang FC di papan klasemen. Saat ini, mereka masih tertahan di posisi ke-17 klasemen sementara BRI Super League. Dengan hanya mengantongi tiga poin dari delapan pertandingan yang telah dijalani, Isenmulang FC kini berada di zona merah dan harus segera melakukan evaluasi besar-besaran jika ingin tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.




