portalbatang.id – Manajemen Persib Bandung mengambil langkah serius menyikapi insiden yang menimpa skuad muda mereka. Direktur Youth Development PT Persib Bandung Bermartabat, Zaenal Arif, secara resmi mengusulkan kepada pihak I.League selaku operator Elite Pro Academy (EPA) untuk menunda jadwal pertandingan berikutnya.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Insiden yang menimpa para pemain Persib U-18 telah memberikan dampak psikologis yang cukup mendalam bagi para pemain muda tersebut. Pihak manajemen menilai, memberikan waktu jeda sangat krusial agar para pemain memiliki kesempatan untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus mental mereka sebelum kembali turun ke lapangan hijau.

Berdasarkan jadwal kompetisi yang telah ditetapkan sebelumnya, Persib U-18 seharusnya segera melakukan perjalanan dinas ke Jawa Timur untuk melakoni laga tandang. Namun, Zaenal Arif merasa kondisi mental pemain saat ini belum memungkinkan untuk menjalani tekanan kompetisi yang tinggi.
Also Read
"Saya sudah mengusulkan kepada PT I.League agar jadwal selanjutnya ditunda. Mengingat kami harus kembali melakukan tur ke Jawa Timur, saya meminta adanya penundaan jadwal agar proses pemulihan pemain bisa berjalan secara optimal," ujar Zaenal Arif dalam keterangannya.
Selama masa pemulihan ini, tim pelatih tidak akan membiarkan para pemain berdiam diri tanpa aktivitas. Latihan tetap akan dijalankan, namun dengan intensitas yang telah disesuaikan dengan kondisi mental dan fisik masing-masing pemain. Manajemen juga menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan pihak keluarga.
"Kami akan tetap menjalankan program latihan, namun tetap sambil memantau dan berkomunikasi dengan orang tua pemain. Kami ingin melihat sejauh mana anak-anak ini bisa kembali tegar dan mampu mengikuti latihan dengan seksama," imbuhnya.
Lebih lanjut, eks striker legendaris Persib Bandung ini menegaskan bahwa insiden yang menimpa tim U-18 bukan lagi sekadar masalah sportivitas di atas lapangan. Menurutnya, peristiwa ini sudah masuk ke ranah kriminalitas yang harus diselesaikan secara hukum. Zaenal berharap aparat penegak hukum dapat segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan para pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal.
Pihak manajemen Persib juga berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada para pemain muda mereka. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mengundang orang tua pemain untuk berdiskusi langsung guna membahas perkembangan kondisi anak-anak mereka serta memberikan jaminan keamanan selama proses pemulihan berlangsung.
"Kami dari manajemen maupun PT Persib sangat berharap ada perhatian khusus terhadap persoalan ini. Kami ingin memastikan anak-anak merasa aman dan mendapatkan dukungan penuh selama masa sulit ini," tutup Zaenal Arif.




