Persija Terpuruk di Markas Dewa United

Author Image

Dewi Laksmi

1 November 2026, 07:06 WIB

portalbatang.id – Tren positif yang tengah dibangun Persija Jakarta harus terhenti secara dramatis. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut harus menelan pil pahit saat melakoni laga tandang pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027. Bertandang ke Banten International Stadium (BIS), Serang, pada Sabtu (31/10/2026) malam, Persija justru gagal mengamankan poin penuh dan harus mengakui keunggulan tuan rumah, Dewa United, dengan skor tipis 1-2.

Pertandingan sebenarnya berjalan sangat dinamis sejak peluit pertama dibunyikan. Persija Jakarta sebenarnya sempat mengambil kendali permainan dan memberikan kejutan di awal laga. Baru memasuki menit keempat, Rayhan Hanna berhasil menyarangkan bola ke gawang Dewa United, membuat publik Serang terdiam sejenak. Keunggulan cepat ini seolah memberi sinyal bahwa Persija akan membawa pulang kemenangan mudah.

Persija Terpuruk di Markas Dewa United
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Dewa United menunjukkan mentalitas pemenang dengan melakukan aksi comeback yang luar biasa. Memanfaatkan celah di lini pertahanan Persija, Denilson dan Taisei Marukawa tampil sebagai pahlawan bagi tuan rumah. Masing-masing pemain berhasil mencetak gol yang membalikkan keadaan, sekaligus meruntuhkan pertahanan Macan Kemayoran yang dikawal oleh penjaga gawang Nadeo Argawinata.

Pasca pertandingan, pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya. Alih-alih menyalahkan strategi lawan, pelatih asal Korea Selatan tersebut justru menyoroti performa anak asuhnya yang dianggap melakukan banyak blunder fatal. Menurutnya, kekalahan ini adalah buah dari kesalahan internal tim sendiri.

"Pertama-tama, saya ucapkan selamat kepada Dewa United atas kemenangannya. Namun jika bicara mengenai jalannya pertandingan, menurut pandangan saya, kami sebenarnya adalah penyebab kekalahan kami sendiri hari ini," ungkap Shin Tae-yong dalam sesi konferensi pers usai laga.

Shin menambahkan bahwa kegagalan dalam penyelesaian akhir dan buruknya akurasi operan menjadi faktor utama. "Kami gagal mengonversi peluang-peluang emas menjadi gol. Selain itu, terlalu banyak kesalahan dalam melakukan operan bola yang berujung merugikan. Ini adalah aspek krusial yang harus segera kami benahi. Pada akhirnya, kami yang melakukan kesalahan," tegasnya.

Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi Persija Jakarta, mengingat mereka akan segera memasuki periode jadwal pertandingan yang sangat padat. Tantangan tidak akan berhenti di sini. Dalam sepekan ke depan, Persija harus membagi fokus antara kompetisi liga dan ajang I.League Cup 2026/2027.

Laga berikutnya akan memaksa Persija bertolak ke Deli Serdang untuk menghadapi PSMS Medan pada Selasa (3/11/2026). Tak berselang lama setelah laga tersebut, mereka harus segera kembali ke Jakarta untuk menjamu rival berat, Persebaya Surabaya, dalam lanjutan BRI Super League pada Sabtu (7/11/2026). Jika tidak segera melakukan evaluasi mendalam, rentetan jadwal padat ini bisa menjadi mimpi buruk bagi skuad asuhan Shin Tae-yong.

Related Post